Home » Featured » 5 Cara Westworld Menulis Ulang Aturan Main untuk Televisi

5 Cara Westworld Menulis Ulang Aturan Main untuk Televisi

by Olivia Armstrong

westworld-hbo-5-changes-tv-rulebook

Westworld bukan drama biasa. Walaupun judul ini berhasil menggabungkan semua elemen dari sebuah acara prestisius – nilai produksi tinggi, naskah berkualitas, penampilan kelas bintang – ada keberanian dalam pengembangan dan storytelling-nya yang memutarbalikkan ekspektasi. Merupakan dongeng binge-worthy tentang evolusi teknologi, Westworld juga menjadi contoh dari bagaimana fenomena “peak TV” terus berkembang.

Menantang genrenya sendiri.

Co-creators Jonathan Nolan dan Lisa Joy mengambil dua genre paling berlawanan di dunia hiburan – Western dan sci-fi – dan melapisi satu sama lain dalam cara yang tidak hanya memikat, tapi juga semakin relevan, berkat kebangkitan artificial intelligence di kehidupan manusia sehari-hari. Tema-tema Westworld yang emosional seperti revolusi, takdir dan keingintahuan masuk ke tempat penuh empati, baik bagi para robot yang menjadi “hosts” maupun bagi manusia yang berinteraksi dengan mereka.

Karakternya selalu keluar dari pola dasar.

Daya tarik ruang bermain fantastis di Westworld adalah bagaimana para pengunjung yang kaya raya bisa berinterkasi dengan “host” yang terlihat, terasa dan bertingkah laku seperti manusia, dan telah deprogram untuk memenuhi peran tertenti – putri seorang petani, pemilik rumah bordil, koboi tampan, kriminal dan sebagainya. Tapi ketika para “hosts” ini semakin sadar akan apa yang terjadi, mereka mulai menantang programming mereka. Maeve Millay (Thandie Newton), misalnya, sudah dirancang untuk menjadi Madam di saloon Westworld. Tak disangka ia adalah pebisnis wanita yang handal yang belajar bagaimana membuat pendatang baru dan para karyawan Delos bisa bekerja untuknya… dan ia sama sekali bukan wanita lemah yang perlu diselamatkan.

westworld-image-01

Wanita memimpin di depan dan belakang layar.

Cast serial ini menyorot sejumlah karakter wanita yang kompleks, diperankan oleh Evan Rachel Wood, Newton dan Tessa Thompson. Di belakang kamera, Westworld juga memiliki sejumlah wanita dalam posisi kuat: co-creator Lisa Joy adalah produser dan penulis; sutradara Michelle McLaren (The Deuce, Game Of Thrones) berjasa untuk episode ke-9 di musim pertama yang banyak dibicarakan, “The Well-Tempered Clavier”; dan divisi manajemen produksi, dekorasi set, kostum, make-up dan casting semuanya dijalankan oleh wanita.

Menjadi pengingat bahwa etika harus sejalan dengan interaksi kita dengan teknologi.

Dengan semakin banyaknya virtual dan augmented reality di berbagai app, event-event besar seperti Comic-Con, dan video game, para hosts di Westworld terasa semakin dekat sebagai langkah berikutnya dalam perminanan fantasi berdasarkan teknologi. Semakin sadar dan semakin berhati-hati para hosts itu dengan dunia aneh di sekeliling mereka, para penonton juga harus semakin berpikir: bagaimana kalau artificial intelligence di dekat kita – Alexa, Siri, tokoh-tokoh video game – merasa dianiaya oleh tuntutan dan kebutuhan manusia?

Penulis Salon Catherine Baab-Muguira menyelam semakin dalam dengan topik ini: “Bagaimana kau melihat dunia tergantung dari programming-mu sendiri, dan seberapa sadar kau akan hal itu. Westworld menjadi tolak ukur untuk ‘wokeness’.”

Pembahasannya tidak akan pernah habis.

Kalau kau membiarkan dirimu jatuh ke lubang kelinci Westworld di Reddit, kemungkinan kau akan menemukan satu-dua teori dari penggemar (atau selusin). Meskipun drama ini didasarkan pada film Michael Crichton dari 1973 dan novel yang juga ia tulis, serial ini memiliki orisinalitas tersendiri, yang mendorong fans untuk menjelajahi internet untuk mencari jawaban apapun yang bisa mereka temukan. Menonton serial ini dari awal sampai akhir adalah cara yang sempurna untuk ikut bermain bersama mereka.

Westworld musim pertama tersedia untuk streaming di HBO.

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on Pinterest