Home » Featured » 89th Academy Awards: Tahun Penuh Warna dan Keragaman

89th Academy Awards: Tahun Penuh Warna dan Keragaman

by Anishka Syafrani

89th-oscars-diversity-HEADER

Malam penghargaan Academy Award ke-89 adalah malam yang begitu berwarna. Setelah kontroversi #OscarsSoWhite dalam beberapa tahun terakhir, Oscar tahun ini sukses mencatat sejarah baru dalam keragaman. Tahun 2017 bisa dikatakan sebagai tahun yang sudah lama ditunggu dalam sejarah Academy Awards dan akhirnya mampu terwujudkan.

Sebelum membahas lebih lanjut, ada baiknya kita kilas balik dulu statistik keragaman sejak Oscar pertama digelar pada 1929. Inilah isu yang terus menjadi polemik hingga mencapai puncaknya pada tahun 2015 dan 2016 di mana seluruh kategori akting didominasi aktor dan aktris kulit putih. Seperti yang diketahui, pemenang Oscar ditentukan oleh suara para anggota Academy of Motion Pictures Arts and Sciences (AMPAS). Studi Los Angeles Times yang dipublikasikan tahun 2012 mengungkap 94% anggota AMPAS adalah orang kulit putih. Presiden Academy, Cheryl Boone Isaacs, bergerak cepat untuk untuk memperbaikinya. Maka pada tahun 2016 diundang 683 anggota baru yang terdiri dari 46% wanita dan 41% non-kulit putih.

Perlahan tapi pasti, Academy memenuhi janjinya. Dev Patel, Mahershala Ali, Viola Davis, Ruth Negga, sutradara Barry Jenkins dan Ava DuVernay, sinematografer Bradford Young, sound editor Ai-Ling Lee, semua masuk dalam daftar nominasi. Tahun 2017 menjadi salah satu yang paling beragam dalam sepanjang sejarah dan sepatutnya dirayakan. Berikut adalah para pemenang yang mewakili keragaman pada Oscar ke-89.

MAHERSHALA ALI, Best Supporting Actor

89th-oscars-diversity-mahershala-ali

Tahun 2017 menjadi tahun tak terlupakan oleh Mahershala Ali. Baru empat hari lalu istrinya melahirkan anak pertama. Hari ini Ali mencatat sejarah sebagai aktor Muslim pertama yang pernah memenangkan Oscar. Ali mengalahkan pesaing terberatnya, Dev Patel, di kategori Best Supporting Actor untuk perannya sebagai Juan di Moonlight. Kemenangannya menjadi semakin penting karena dekat dengan kebijakan kontroversial mengenai pendatang Muslim yang baru diterapkan oleh pemerintahan Amerika Serikat.

VIOLA DAVIS, Best Supporting Actress

89th-oscars-diversity-viola-davis

Apa lagi yang bisa dikatakan tentang Viola Davis? Aktris ini sudah melalui begitu banyak hal mulai dari kemiskinan hingga stereotip perempuan kulit hitam di Amerika. Kemenangannya di Academy Awards tahun ini adalah prestasi luar biasa: Davis adalah satu-satunya aktor kulit hitam yang sudah pernah menang di Emmy, Tony, dan Oscar dan satu-satunya aktris kulit hitam yang dinominasikan lebih dari dua kali. Di pidato kemenangannya Davis memuji Fences yang mengangkat kehidupan orang-orang yang kurang beruntung. “Ini adalah kisah mengenai mereka yang bermimpi besar tapi tidak pernah melihat mimpi mereka terwujud. Aku bersyukur menjadi seorang aktris karena ini satu-satunya profesi yang merayakan rasanya menjalani kehidupan.” Selamat, Viola Davis!

SUICIDE SQUAD, Best Makeup and Hair Design

89th-oscars-diversity-suicide-squad

Tim Hair and Makeup Suicide Squad yang terdiri dari Alessandro Bertolazzi, Giorgio Gregorini dan Christopher Nelson membuat kejutan dengan mengalahkan pesaing terberat Joel Harlow dan Richard Alonzo untuk Star Trek Beyond. Bertolazzi yang kelahiran Italia mengambil kesempatan untuk menyinggung nasib kaum pendatang yang sedang mengalami cobaan di negri AS. “Aku berasal dari Italia dan aku bekerja di berbagai belahan dunia. Kemenangan ini untuk seluruh imigran!” seru Bertolazzi yang disambut meriah oleh penonton.

THE WHITE HELMETS, Best Documentary Short Subject

89th-oscars-diversity-white-helmets

Film adalah salah satu medium yang menjadi jendela penonton untuk memahami dunia. The White Helmets adalah film dokumenter orisinal Netflix mengenai grup relawan yang beroperasi di area Suriah yang dikuasai pemberontak. Sutradara Orlando von Einsiedel dan produser Joanna Natasegara yang sama-sama orang inggris menerima piala tanpa sinematografer asal Suriah, Khaled Khatib, yang harus menetap di negaranya karena kekerasan semakin meningkat. Khatib mungkin tidak bisa bepergian dengan leluasa namun kini filmnya sudah mendapat pengakuan internasional.

O.J.: MADE IN AMERICA, Best Documentary Feature

89th-oscars-diversity-oj-made-in-america

Tiga dari total lima nominasi Best Documentary Feature adalah film yang menyorot masyarakat Afrika-Amerika di AS. O.J.: Made In America mengalahkan The 13th dan I Am Not Your Negro. Dengan total durasi 467 menit, film yang ditayangkan ESPN dalam format mini seri adalah film terpanjang dalam sejarah pemenang Oscar. Film garapan Ezra Edelman mengalahkan rekor yang sebelumnya dipegang War and Peace (1969) dengan total durasi 431 menit.

BARRY JENKINS and TARELL ALVIN MCCRANEY, Winner for Best Adapted Screenplay

89th-oscars-diversity-barry-jenkins

Barry Jenkins adalah sutradara/penulis skenario kulit hitam pertama yang filmnya dinominasikan untuk Best Picture, Best Director, dan Best Screenplay. Dua dari tiga nominasi sukses dimenangkan dan ini menjadi salah satu prestasi besar di industri perfilman kulit hitam. Kemenangan Jenkins dan Tarell Alvin McCraney membuat tahun 2017 menjadi tahun dengan pemenang kulit hitam terbanyak. Lainnya adalah dua kategori akting untuk Ali dan Davis serta Edelman di kategori dokumenter.

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on Pinterest