Home » Featured » Alita: Battle Angel – Review

Alita: Battle Angel – Review

Amnesiac cyborg

All Film Star Rating 6alita

Pada abad ke-26, sekitar 300 tahun setelah perang besar yang menghancurkan hampir seluruh peradaban di bumi, Iron City jadi satu dari sangat sedikit tempat yang masih memiliki kehidupan manusia di bumi. Tepat di atasnya, terdapat Zalem, satu-satunya kota terapung di bumi yang berhasil bertahan dari perang besar. Di zaman ini, para manusia juga sudah bisa mengganti anggota tubuhnya dengan organ robotik.

Di sebuah tempat pembuangan sampah di Iron City, seorang dokter ahli cybernetic, Dyson Ido (Christoph Waltz), menemukan inti dari sebuah cyborg. Ia kemudian memberinya tubuh baru dan nama Alita (Rosa Salazar). Alita terbangun tanpa memori apapun tentang dirinya. Namun sambil menjelajahi jalanan Iron City yang berbahaya, Alita sedikit demi sedikit mulai mengingat masa lalunya yang luar biasa, terutama setelah tanpa sadar berhasil menggunakan seni bela diri cyborg legendaris, Panzer Kunst.

Diadaptasi dari manga cyberpunk karya Yukito Kishiro berjudul Battle Angel Alita atau Gunnm, Alita: Battle Angel telah melalui proses yang sangat panjang. Produser James Cameron telah memiliki hak memproduksinya sejak 2003, namun menundanya karena merasa teknologi efek visual yang ada belum cukup baik untuk menghidupkan Alita di layar.

alita--

Akhirnya menyerahkan kursi sutradara pada Robert Rodriguez karena kesibukannya dalam menyiapkan dua sekuel Avatar, keputusan menunda karena alasan teknologi terbukti tepat. Alita terlihat begitu hidup. Mata dan tekstur kulit wajahnya sangat alami dan detail, sehingga ekspresinya pun dapat memancarkan beragam emosi yang nyata. Setiap gerakannya juga sangat halus, mulai dari yang sederhana seperti berjalan, hingga yang kompleks seperti dalam pertarungan atau saat Alita bermain motorball, olahraga paling populer di Iron City.

Bagian action jadi elemen seru lain film ini. Meski bertempo tinggi, tapi tetap tertata apik dan dapat ditangkap dengan sudut pengambilan gambar yang memikat. Desain tubuh dan senjata robotik setiap lawan Alita pun bisa terlihat cukup berbahaya. Teknologi efek visualnya juga berhasil dimaksimalkan untuk menciptakan dunianya. Set Iron City terlihat begitu usang, sehingga cukup meyakinkan jika manusia belum benar-benar bangkit dari perang besar yang pernah menimpa mereka. Sementara Zalem yang melayang terlihat megah dan futuristik, namun terasa ada kerusakan hebat di dalamnya. Saat melihat jauh ke luar Iron City, lanskapnya gersang, tapi punya keindahan tersendiri.

Namun sayangnya, naskah film ini yang ditulis Cameron bersama Laeta Kalogridis justru sedikit keteteran. Meski memiliki cukup banyak karakter di dalam kisahnya, tapi bisa dibilang hanya Ido dan Alita yang benar-benar menarik. Mereka pun tak bisa dibilang terlalu sempurna. Dengan relasi layaknya ayah-anak, film ini justru melewatkan banyak momen naik turunnya hubungan mereka, yang seharusnya bisa menjadi senjata untuk menghadirkan adegan penuh emosi yang menggetarkan. Romantisme Alita dengan Hugo milik Keean Johnson juga terasa hambar, beberapa kali justru terasa merusak alur filmnya. Memiliki dua pemenang Oscar lewat Jennifer Connelly dan Mahershala Ali bisa sedikit membantu. Karakter mereka sebenarnya memiliki latar yang menarik, tapi sayangnya tak bisa tereksplorasi dengan baik, dan terasa usaha keras keduanya dalam menghidupkannya.

Pada akhirnya, film ini masih terasa tanggung. Berbekal materi cerita yang sebenarnya solid dan menarik, tapi hasilnya hanya seperti versi lebih mahal dari film-film adaptasi novel young adult yang sempat bermunculan beberapa tahun lalu. Namun jika mengingat kembali potensinya tersebut, kita masih bisa mengharapkan lebih banyak dari Iron City dan Zalem yang lebih baik di masa depan. Krishna Mahendra

Nutshell Memukau secara visual, mulai dari Alita, detail set, hingga action-nya. Namun sayangnya justru sedikit keteteran dalam penokohannya, bisa dibilang hanya Alita dan Ido yang menarik, sisanya standar-standar saja.

Rating PG-13 Director Robert Rodriguez Screenplay James Cameron, Laeta Kalogridis Cast Rosa Salazar, Christoph Waltz, Jennifer Connelly, Mahershala Ali, Ed Skrein, Jackie Earle Haley, Keean Johnson Running time 122 mins

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on Pinterest