Home » Featured » Bekraf Berikan Solusi Sineas Cari Investor

Bekraf Berikan Solusi Sineas Cari Investor

IMG20170918123052

Mencari penyandang dana merupakan masalah utama yang biasa terjadi di kalangan pembuat film. Gagasan pembuat film yang sudah sampai pada tahap skenario acapkali teronggok begitu saja lantaran ketiadaan investor. Hal ini menjadi alasan bagi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) untuk menggelar Akatara Indonesian Film Financing Forum 2017. Sebuah forum pitching dan matchmaking untuk proyek film Indonesia agar bisa membuka peluang menarik investor.

’’Bekraf meluncurkan Akatara sebagai forum pendanaan proyek film pertama yang mempertemukan investor dari berbagai sektor dengan pelaku industri film,’’demikian ucap Deputi Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo di Senayan City, Jakarta Pusat, Senin (18/9/2017) siang.

Akatara adalah proyek percontohan yang membuka peluang pendukungan subsektor film nasional sekaligus titik temu bagi investor dan pembuat film nasional. Ajang ini rencananya digelar pada 15-16 November 2017. Para sineas bisa mendaftar secara daring pada indonesianfilmfinancing.id. Pendaftaran akan ditutup pada 21 Oktober 2017.

Menurut Fadjar, selain pitching forum, acara ini akan membagikan informasi mengenai pendanaan untuk industri film, menjelaskan hal-hal yang menarik investor berinvestasi, serta membuka akses pendanaan bagi para pembuat film. Acara ini memamerkan 40 proyek film yang 12 di antaranya berkesempatan mengikuti pitching di hadapan investor dan pemegang kunci industri perfilman.

Adapun kriteria film yang terpilih mengikuti pitching antara lain dilihat dari sinopsis dan ide cerita, timeline produksi, rencana anggaran, proyeksi bisnis, dan portofolio. Sebanyak 10 proyek film berasal dari 10 sutradara yang mengambil latar belakang 10 destinasi wisata prioritas dengan riset yang difasilitasi oleh Deputi Riset, Edukasi, dan Pengembangan Bekraf. Dua proyek film lainnya adalah yang terpilih mewakili Indonesia pada Torino Film Lab.

“10 sutradara terpilih dikirim ke destinasi wisata prioritas untuk membuat film (Borobudur, Bromo, Toba, Labuan Bajo, Mandalika, Morotai, Kepulauan Seribu, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Wakatobi) yang nantinya akan dipresentasikan di acara Akatara,” ujar Abdur Rohim Boy Berawi, Deputi Riset, Edukasi dan Pengembangan Bekraf. Bobby Batara

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on Pinterest