Home » Featured » Fantastic Beasts and Where to Find Them – Review

Fantastic Beasts and Where to Find Them – Review

The beasts of a new era

All Film Star Rating 8

fantastic-beasts-and-where-to-find-them-review

Fantastic Beasts And Where To Find Them menegaskan sekali lagi kemampuan J.K. Rowling membangun sebuah dunia yang membuatmu tenggelam di dalamnya. Siapa yang tahu bahwa ternyata Newt Scamander punya latar belakang yang tak kalah menarik dari The Boy Who Lived? Jika ada alasan yang cukup kuat untuk membuat kita mau kembali ke dunia sihir, film debut Rowling sebagai penulis naskah adalah jawabannya.

Magizoologist Newt (Eddie Redmayne) sampai di New York dari Inggris dengan menenteng koper yang usang tapi isinya menyimpan makhluk-makhluk ajaib (atau ‘beasts‘) yang dikumpulkan Newt dari berbagai pelosok dunia untuk dirawat dan dikembangbiakkan. Akibat sebuah insiden, beberapa beasts melarikan diri. Auror Tina Goldstein (Katherine Waterston) bermaksud membawa Newt ke MACUSA, kongres hukum di Amerika, yang melarang keras tindakan apa pun yang bisa mengekspos keberadaan dunia sihir. Kejadian ini melibatkan seorang No-Maj (atau ‘Muggle’ di Amerika) bernama Jacob Kowalski (Dan Fowgler) yang kebetulan berada di tempat dan waktu yang salah. Adik Tina, Queenie (Alison Sudol), ikut terlibat dalam kekacauan dan keempatnya lalu menjadi buronan seisi kota.

Cara Redmayne menghidupkan karakter yang hingga akhir kisah Harry Potter lalu hanya dikenal sebagai penulis buku sangat brilian. Newt selalu menghindari kontak mata; ia baru tampak riles setiap kali berinteraksi dengan beasts kesayangannya. Dia pemberani namun tidak haus akan aksi heroisme, antisosial tapi punya empati tinggi. Jika Harry Potter adalah murni perwujudan dari kegagahan asrama Gryffindor, Newt punya segala karakteristik Hufflepuff yang membuat asrama ini sangat dicintai. Tapi begitu banyak pengalihan perhatian – sulit untuk fokus ketika binatang peliharaanmu yang setinggi 20 kaki kabur – membuat Newt masih menjadi misteri di filmnya sendiri.

Ini adalah beban untuk film pertama dari sebuah franchise. Sama halnya dengan The Philosopher’s Stone garapan Chris Colombus. Tapi tanpa didampingi buku seperti film-film sebelumnya, naskah Rowling harus multitasking semaksimal mungkin. Hasilnya adalah cerita bagaikan permainan Pokemon Go yang diselingi isu prasangka negatif manusia terhadap orang-orang yang diduga melaksanakan praktek ilmu gaib. Di sini karakter milik Samantha Morton sebagai pemimpin komunitas anti sihir menonjol karena Mary Lou Barebone adalah gambaran mengapa presiden MACUSA (Carmen Ejogo) bersikeras menjaga kerahasiaan dunia sihir. Namun meski Rowling berusaha menyampaikan pentingnya toleransi antar manusia dan warga sihir, idealismenya masih sulit tertanam di dalam film yang penuh sesak.

Tapi dengan arahan sutradara David Yates, Fantastic Beasts tetap mampu menangkap atmosfer magis yang sudah sangat kita kenal. Lighting, art directing, set design dan props, semua sukses membuat penonton asyik bernostalgia sambil ber “ooh!” dan “aah!” setiap kali beberapa elemen baru muncul.

fantastic-beasts-jacob-newt Munculnya dua tokoh baru yang sama sekali tidak disangka sukses menuntut perhatian dan memancing spekulasi tentang asal-usul mereka. Ide menggunakan karakter No-Maj sebagai jendela penonton ke dalam dunia sihir juga mampu mengundang humor dan kehangatan. Chemistry keempat tokoh utama belum terlalu terasa – lagi-lagi durasi film menjadi batasannya – tapi dinamika Newt yang pemalu dengan Jacob yang friendly sangat menarik.

Di antara kekurangan dan kelebihan film ini, para beasts yang aneh tapi nyata adalah bintang utamanya. Inilah yang membuat franchise Fantastic Beasts memiliki potensial: kekayaan imajinasi Rowling. Satu spesies diciptakan lebih unik dari yang lain dan sesuai dengan julukannya mereka benar-benar fantastis. Kami setuju dengan Hagrid yang kecewa karena Harry, Ron, dan Hermione tidak melanjutkan kelas Care of Magical Creatures di Hogwarts setelah tahun ketiga. Well, mereka yang rugi! Anishka Syafrani

Nutshell… Fantastic Beasts mengingatkan bahwa film-film mengenai sihir boleh terus lahir, tapi dunia sihir J.K. Rowling tetap tak tergantikan. Awal yang solid dan penuh potensi untuk franchise yang ambisius.

Rating PG-13 Director David Yates Screenplay J.K. Rowling Cast Eddie Redmayne, Dan Fogler, Alison Sudol, Katherine Waterston, Colin Farrell, Carmen Ejogo, Ezra Miller Running time 133 mins

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on Pinterest