Home » Featured » Film Lima Dipastikan Tetap Untuk 17 Tahun ke Atas

Film Lima Dipastikan Tetap Untuk 17 Tahun ke Atas

03

Film Lima, karya produser Lola Amaria yang bercerita tentang Pancasila, dipastikan akan tetap tayang pada kategori 17 tahun ke atas. Demikian hasil audiensi yang dihadiri oleh sejumlah anggota Komisi I DPR, pemilik film, dan komunitas film di kantor Lembaga Sensor Film (LSF) awal pekan ini.

Audiensi ini berawal dari munculnya kontroversi ketika beberapa komunitas film mengadu kepada Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pekan lalu. Mereka berharap agar film Lima bisa mendapatkan sensor untuk 13 tahun ke atas. Faktor edukasi tentang Pancasila di dalam filmnya menjadi alasan mengapa film tersebut sebaiknya ditonton oleh anak-anak usia 13 tahun.

Senin (28/5), tiga anggota Komisi I DPR dari tiga Fraksi berbeda mendatangi Lembaga Sensor Film (LSF), Pancoran, Jakarta Selatan. Mereka adalah Charles Honoris dari Fraksi PDI Perjuangan, Dave Laksono dari Fraksi Golkar, serta Arvin Hakim Thoha dari Fraksi PKB mengakomodasi aspirasi tersebut.

Hasilnya, seperti pada Surat Tanda Lolos Sensor (STLS) yang sudah dikeluarkan LSF film ini tetap untuk usia 17 tahun ke atas. Sedangkan alasannya tidak disebutkan karena memang bukan untuk konsumsi publik.

“Saya enggak berhak bicara. Ini sesuai kesepakatan tadi, bahwa ini hanya sampai di dalam internal saja dan saya harus menyepakati bagian yang itu,” kata Lola saat sesi konferensi pers. Dia memilih sepakat dengan hasil audiensi ini.

“Karena itu ada sensivitasnya, biarlah menjadi konsumsi internal LSF dan pemilik film. Agar semua terjaga dengan baik, karena ini juga film yang baik,” ucap Ketua LSF Ahmad Yani Basuki.

Namun tetap terbuka kemungkinan untuk mengubah klasifikasi film tersebut jika pihak produser mau melakukan revisi dalam film itu sendiri. “Untuk mengubah kategori sensor itu ada mekanismenya,” lanjut Yani lagi.

“Sebenarnya ada penawaran (penurunan klasifikasi) itu, tapi itu internal dan sepertinya keputusan tadi harus diterima dengan baik di kedua belah pihak. Saya harus tegaskan bahwa saya sebagai pemilik film sudah menerima keputusan itu dengan lapang dada,” tukas Lola.

Film Lima digarap oleh lima sutradara, masing-masing Lola sendiri, Shalahuddin Siregar, Adriyanto Dewo, Harvan Agustriyansyah, dan Tika Pramesti. Sedangkan pemutaran di bioskop tanah air mulai Kamis, 31 Mei 2018. BB

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on Pinterest