Home » Featured » Get Lost, Horor Berlatar Sejarah Kolonial Jepang

Get Lost, Horor Berlatar Sejarah Kolonial Jepang

11-GET LOST-DSP

Booming film horor sepertinya masih belum berhenti. Rumah produksi berlomba-lomba agar karyanya memiliki keunikan tersendiri.Hal inilah yang terpikir dalam benak Chiska Doppert ketika menggarap proyek terbarunya yang berjudul Get Lost: Urban Legend di Benteng Pendem. Di film ini dia menambahkan beberapa elemen sejarah sebagai latar belakang ceritanya.

“Saya mengambil kekejaman tentara Jepang untuk menguatkan unsur ceritanya,” demikian kata pemilik nama asli Fransisca Fiorella ini dalam konferensi pers di Djakarta Theater, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (12/3/2018).

Selanjutnya Cisca meminta produser HRM Bagiono untuk mengambil lokasi syuting di tempat yang tak kalah antiknya, yakni Benteng Pendem, Cilacap, Jawa Tengah. Kemudian dia menambahkan sejumlah figuran berseragam tentara Jepang era Perang Dunia II dalam proyek ini agar lebih kuat.

“Sebenarnya dari segi setting-nya sudah mendukung banget. Saya tak perlu bersusah payah untuk menciptakan suasana yang horor,” tukasnya dengan antusias. “Di sini kita tampilkan hantu-hantu yang berbeda, bukan sekadar perempuan berambut panjang dengan muka yang rusak.”

Sejumlah pemain muda seperti Maxime Bouttier, Agatha Valerie, Angelica Simperler, Aga Dirgantara, dan Indra Kharisma menjadi bintang utama film ini. Mereka berperan sebagai siswa sekolah yang bolos dan pergi ke Yogyakarta. Di tengah jalan mereka tersesat dan masuk ke sebuah benteng tua. Di sana mereka menemui banyak kejadian aneh.

Film yang akan rilis pada 15 Maret ini memiliki riwayat sensor yang unik. Pertama kali lolos sensor 29 September 2015 dengan judul Bayangan Setan (Kisah Nyata di Benteng Pendem) atas nama PT Pilar Kreatif Media. Lantas lolos sensor kembali pada 7 Maret 2018 atas nama PT Multi Cahaya Dimensi dengan judul yang sekarang dipakai, Get Lost.

Alhamdulillah, setelah menunggu penantian yang panjang film ini akhirnya bisa tayang di bioskop dengan 55 layar,” tutur sang produser Bagiono. BB

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on Pinterest