Home » Featured » Going Back Further: Wawancara Lin Shaye, Bintang Insidious: The Last Key

Going Back Further: Wawancara Lin Shaye, Bintang Insidious: The Last Key

by Maria Shafita

Insidious 4 Lin Shaye

Karakter parapsikolog di film-film Insidious, Elise Rainier, menjadi pusat di film terbaru franchise ini, Insidious: The Last Key. Di film keempat ini, kita akan diajak kembali ke rumah masa kecil Elise dan mengenal lebih jauh karakternya. Belum lama ini, All Film berkesempatan mewawancarai pemeran Elise, Lin Shaye. Berikut hasil obrolan kami.

 

Insidious kini memasuki film keempat. Apakah masih ada hal baru yang bisa ditawarkan?

Ya! Kami melengkapi ceritanya dengan film keempat ini. Kita sudah bertemu Elise di tiga film pertama, tidak ada yang tahu banyak tentang dia. Di film ketiga kita tahu sedikit tentang dia, kita lihat ada tragedi di hidupnya dengan meninggalnya suaminya, dia menutup diri, lalu harus melanjutkan hidup. Dan di film keempat, para penulis kami membuat kisah latar belakang yang bagus saat Elise masih kecil dan membawanya kembali ke rumahnya, dan kita melihat kesedihan dan trauma yang harus dialaminya, yang membentuk dirinya kemudian. Jadi jelas ada aspek yang berbeda dari karakter Elise, saat kita melihat dia menghadapi ketakutannya sendiri untuk pertama kalinya, bukan mengurusi ketakutan orang lain.

Jadi ini jauh lebih personal bagi Elise?

Ya, sangat personal. Syutingnya tidak mudah karena ini cerita yang sangat emosional.

Apakah dia akan menjelajah lebih jauh ke ‘the further’?

Well, pertama-tama kita akan melihat dia menjelajah lebih jauh ke dirinya sendiri [tertawa]. Mungkin sebenarnya, semakin jauh kau masuk ke rasa sakitmu, semakin jauh kau bisa keluar dari situ. Kita melihat ini terjadi dengan Elise, kita melihat siapa dia saat muda, dan bagaimana dia bisa menyerap semua itu dan tetap menjadi orang baik. Dan itu memungkinkan dia menjelajah ‘the further’. Tapi kita lebih banyak melihat perjalanan internal dia dibandingkan penjelajahan ‘the further’. Dia harus menjelajahi dirinya sendiri dulu.

 Sekarang bisa dibilang kaulah yang membawa franchise ini. Bagaimana perasaanmu tentang ini, dan apakah kau sudah mengira hal ini sejak film pertama?

Yang pasti aku sangat excited, siapa yang tidak mau cerita yang dibuat berdasarkan karakternya? [tertawa]. Dan aku tidak mengira – aku pikir kami tidak ada yang mengira. James Wan dan Leigh Whannell menulis film pertamanya dengan bagus, dan ternyata disambut dengan sangat baik, tapi Elise adalah karakter sampingan, dia bukan karakter utama di film pertama. Dan menjadi misteri bagiku – tapi juga menyenangkan – bahwa orang-orang menganggap karakternya sebagai semacam pelindung. Aku rasa orang menyukai unsur itu dari Elise. Lucunya saat aku dikenali orang, kadang oleh gadis-gadis kecil, dan sesuatu yang sering mereka katakan adalah, ‘Oh, kau membuatku merasa aman.’ Itu menyenangkan, karena di kehidupan nyata tidak semudah itu [tertawa].

Insidious 4 02

Salah satu yang paling menarik di Insidious adalah hubungan Elise dengan Specs dan Tucker. Bagaimana dinamika hubungan mereka di film ini? Dan setelah bermain empat film bersama Leigh Whannell dan Angus Sampson, seperti apa kolaborasi kalian?

Oh, they’re the best. Angus dan Lee benar-benar bersahabat, mereka sudah saling kenal bertahun-tahun. Mereka seperti karakter komik Amerika Mutt dan Jeff, dua goofballs yang mendukung kekonyolan satu sama lain, dan semacam itulah hubungan Specs dan Tucker. Mereka membentuk tim yang tak terduga dengan Elise, yang cukup straight-laced. Aku suka di film ketiga di mana karakter-karakter kami bertemu untuk pertama kalinya, di mana awalnya aku tak menganggap mereka serius sampai aku menyadari bahwa mereka ternyata cukup bagus di pekerjaan mereka, dan persahabatan berkembang di antara kami.

Leigh Whannell pernah menyebut bahwa Elise adalah semacam superhero. Bagaimana menurutmu?

Aku senang dia berpikir begitu [tertawa]. Aku tidak melihatnya seperti itu… aku melihat Elise punya sifat yang bagus dan menarik. Untuk bisa melawan iblis, itu tugas yang cukup mengesankan. Elise punya kepercayaan besar terhadap dirinya dan dia punya rasa keadilan yang besar… aku kira itu memang semacam sifat-sifat superhero. Elise adalah karakter yang tak hanya memikirkan dirinya sendiri, dia menjaga orang lain, jadi pendengar yang baik, dan selalu berusaha menolong. Jadi semoga kita semua belajar dari Elise.

Itu Elise. Tapi bagaimana pendapatmu tentang gelar ‘Lin Shaye, the godmother of horror’?

I like it. Pengalaman mendapat label seperti itu lumayan exciting. Itu gelar superhero! Aku suka bahwa orang menyukai franchise dan karakter ini. Dan jadinya mereka juga punya rasa sayang ke diriku, dan itu sangat menyenangkan.

Insidious 4 03

Tapi apakah kau memang suka nonton film horor?

Itu pertanyaan bagus… Kalau film horornya bagus [tertawa]. Kalau ceritanya bagus, dan dibuat dengan bagus, dan menyampaikan kisah yang punya dampak… tapi aku pikir itu berlaku untuk semua jenis film. Aku tidak suka gore for the sake of gore. Bagiku thriller sangatlah menarik, karena menurutku rasa takut adalah emosi yang sangat menarik untuk dieksplorasi. Dan kalau sesuatu membuatku takut – aku bukan orang yang mudah takut… Aku suka cerita yang bagus, dan film horor yang bagus pasti menghibur. Kadang kau bahkan bisa belajar sesuatu dari situ. 

Tahun 2017 banyak disebut-sebut sebagai tahunnya film horor. Apa kau setuju?

Ah, aku tidak tahu. Saat ini yang terpikirkan olehku hanya Insidious [tertawa].

Apakah menurutmu masih bisa ada film Insidious kelima?

Ya. Ada banyak karakter menarik yang kita temui di empat film ini. Siapa bilang kau tidak bisa membawa kembali karakter dari film ketiga, misalnya. Atau bahkan dari yang kedua. Kurasa kisah latar belakang Elise telah diceritakan… maksudku, masih bisa diceritakan dia siapa, tapi kurasa mulai dari sini akan lebih banyak di ‘the further’, tidak lagi prekuel. Tapi siapa yang tahu? Leigh adalah penulisnya, aku tak tahu berapa banyak lagi cerita yang dia miliki, lalu ada Jason Blum, salah satu produser kami… kita lihat saja bagaimana menurut mereka. Yang pasti kami harus sukses dulu dengan film keempat, dan semoga orang menyukai film ini.

 

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on Pinterest