Home » Featured » Halfworlds S2 Interview: Arifin Putra sebagai Barata

Halfworlds S2 Interview: Arifin Putra sebagai Barata

by Anishka Syafrani

halfworlds-s2-interviews-arifin-putra-barata

Tidak ada yang dapat menghentikan Arifin Putra. Sejak namanya melejit lewat The Raid 2 tawaran peran terus berdatangan, termasuk di film yang baru tayang The Professionals hingga Lelawa yang masih dalam tahap produksi. Menariknya – bahkan dengan filmografi layar lebar yang penuh variasi – salah satu karakter Arifin paling menarik justru asalnya dari TV: Barata di Halfworlds. Serial fantasi/dark thriller HBO Asia yang debutnya di 2015 mampu menarik perhatian dunia internasional.

Dalam wawancara kami dengan Arifin, musim kedua Halfworlds terdengar menjanjikan namun dengan taruhan yang lebih besar. Setelah musim pertama didominasi talenta lokal kini hanya Arifin dan Reza Rahadian yang kembali di musim kedua. HBO Asia memutuskan untuk mengganti sebagian besar cast dan merekrut sutradara baru. Serta memindahkan setting dari jalanan kelam Jakarta, kita akan dibawa pergi ke sudut-sudut misterius kota Bangkok. Tapi Arifin meyakinkan bahwa perubahan ini berujung pada arah yang menarik dengan perspektif baru.

Arifin menggambarkan musim kedua “pelajaran budaya dibalut oleh action”. Penulis naskah Collin Chang kembali meski kali ini tanpa Joko Anwar, sutradara dan kolaborator menulisnya di musim pertama. Posisinya digantikan oleh sutradara Thailand, Ekachai Uekrongtham. Halfworlds musim kedua menampilkan cast bintang internasional Peem Jaiyen, Tia Tavee , Emma Grant, Myra Molloy, Nicole Theriault, Jeeja Yanin, David Asavanond, Charlie Ruedpokanon, Jake Macapagal dan Teresa Daley.

Halfworlds musim kedua mengikuti perjalanan Juliet (Tavee) bertekad menemukan objek artefak kuno yang dipercaya menyimpan kekuatan besar. Barata akan pergi ke Thailand dengan sebuah misi beresiko. Arifin antusias menjelaskan semua yang kau perlu ketahui tentang Barata di musim kedua. Simak wawancaranya berikut ini.

halfworlds-s2-interviews-arifin-putra-bangkok2Arifin, apa sih yang Barata lakukan di Thailand?
Liburan! (tertawa) Soalnya dia habis membunuh banyak orang….

Ah, yang benar… bisa jelaskan?
Oke begini. Untuk menjelaskannya, di musim pertama semua karakter termasuk Tony (karakter Reza) dan Barata, dimotivasi oleh ketakutan. Ketakutan akan datangnya sesuatu yang bernama “The Gift”. Kalau di musim kedua, semua didorong oleh harapan, harapan akan sesuatu yang lebih baik.

Nah apa yang membawa Barata pergi ke Thailand? Dia ingin mencari tempat aman untuk orang-orang yang ingin dia lindungi. Dia mendapatkan misi baru dalam hidup karena dalam transisi musim satu ke musim kedua ada perubahan cukup besar dalam kehidupannya. Hal itu mendorong dia melihat dunia dengan cara yang sangat berbeda. Ini membuat Barata merasa dia harus mendapatkan tempat yang aman. Dia pikir dia bisa mendapatkan tempat itu dengan menemui teman lamanya, Kaprey yang diperankan oleh Jake Macapagal.

Secara spesifik, Arifin dan Reza adalah dua anggota cast musim pertama yang kembali. Bisa jelaskan, apa yang kalian bawa ke musim kedua? Baik dari segi cerita atau pekerjaan.
Bisa dbilang secara ngga sengaja pemain-pemain baru akan melihat musim pertama sebagai panutan. Kalau kita kerjanya baik dan profesional mereka akan mengikuti. Kalau kita tidak bekerja baik dan profesional, ya mereka akan bilang, ‘Oh… musim pertama begitu ya…’ Jadi bebannya Reza dan aku adalah, kita berdua menjadi teladan mereka. Tapi untungnya Reza sama aku kita sama-sama profesional.

Selain itu yang kita bawa adalah cerita tentunya. Ibaratnya semua pemain di musim dua menganggap kita guru sejarah atau Wikipedia Halfworlds mereka. Kadang mereka masih bingung, ‘Peraturannya apa sih? Kita sebagai demit kekuatannya seperti apa dan kelemahannya apa?’ Jadi ibaratnya kita harus mengajari mereka.

Mungkin Arifin tahu mengapa hanya kamu dan Reza yang terpilih untuk kembali dari musim satu? Apakah mungkin karena peran Reza dan kamu lebih sentral?
Kalau musim pertama memang biang keladinya si Barata. Banyak cerita muncul dari situ. Di musim pertama hampir semua demit benci sama Barata. Karena memang kekuatan yang dia dapat menghasut dan membuat perang antar demit hasilnya ia membunuh banyak demit. Kalau Reza bisa dibilang salah satu penjahat utama di musim pertama. Jadi mungkin ya, aku juga tidak tahu, mungkin itu salah satu alasan utama. Biang keladi utama dan penjahat utama dibawa sebagai benang merah dari musim pertama dan kedua.

Musim satu kan sangat menyeramkan dan mungkin salah satunya karena menceritakan horor Indonesia. Bahkan orang dewasa masih takut untuk nonton. Lalu apa yang kamu harapkan di musim kedua yang membuat penonton Indonesia mau menyaksikannya?
Musim pertama sangat spesifik menjelaskan makhluk halus dan budaya mistis Indonesia. Kalau ini lebih melebur, ada dari Taiwan, Filipina maupun Thailand. Namanya juga HBO Asia, bukan HBO Indonesia atau Taiwan. Jadi mereka ingin meleburkan semua dan menunjukkan di Asia Tenggara banyak lho kisah-kisah mistis seru yang bisa diangkat. Setannya masih banyak, kita negara setan! [tertawa] Kalau musim pertama kita belajar tentang budaya Indonesia di musim kedua kita belajar budaya Asia Tenggara.

Apa yang paling kamu sukai dari musim kedua?
Kerja sama budayanya. Aku suka karena di sini aku bisa kerja dengan kru maupun pemain dari lima atau enam negara. Thailand, Malaysia, Indonesia, Filipina, Singapura, Taiwan, Australia. Dari berbagai macam negara kita bisa bersatu membuat proyek bersama-sama. Itu sesuatu yang aku inginkan sejak dulu. Sebagai aktor, memang mimpi besarku adalah menjadi aktor tanpa batas negara. Ini bisa dibilang jadi batu loncatan, atau jalan pertamaku, untuk mencapai itu.

Buat aku ini adalah pengalaman yang menyenangkan. Apakah ini membantu karir atau tidak, secara ngga langsung sih pasti, tapi itu ngga menjadi motivasi utama aku. Lebih karena pengalamannya dan aku juga suka ceritanya.

Nantikan ulasan lengkap Halfworlds musim kedua di website dan majalah All Film. Halfworlds musim kedua tayang di HBO Asia pada Minggu, 22 Januari 2017, pukul 20.00. (Pengulangan di HBO pada 25 Januari, 20.00; dan 28 Januari, 13.25.)

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on Pinterest