Home » Featured » Love for Sale – Review

Love for Sale – Review

Love’s reality…

All Film Star Rating 9Love-for-Sale-Movie-e1521294876741crop

Menulis naskahnya bersama M. Irfan Ramly, sutradara Andibachtiar Yusuf yang biasanya lebih identik dengan film-film bertema sepak bola, kali ini mengambil jalur yang berbeda dengan menyajikan drama percintaan yang terasa sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama bagi yang tinggal di kota Jakarta.

Richard (Gading Marten) adalah pria berusia 41 tahun yang masih hidup melajang dan sudah sangat lama tak memiliki kekasih. Ia mulai mendapat tekanan dari lingkungan sekitarnya untuk segera hidup berpasangan, salah satunya lewat tantangan yang diberikan teman-teman menonton sepak bolanya yang menantangnya untuk membawa pasangan pada acara pesta pernikahan salah satu di antara mereka. Berbagai cara dilakukan Richard untuk menemukan pasangan, termasuk dengan menghubungi situs layanan kencan, Love, Inc., yang brosurnya tak sengaja ia temukan di tempat percetakan yang dikelolanya. Hal itu kemudian mempertemukannya dengan Arini (Della Dartyan), wanita yang tak sengaja ia sewa selama 45 hari. Durasi yang ternyata cukup untuk mengubah hidup Richard secara drastis.

Hidup Richard sebenarnya tak digambarkan terlalu buruk, ia punya teman-teman yang seru dan suportif, serta usaha yang berjalan cukup lancar, meski ia cukup galak terhadap para pegawainya. Hanya asmara yang jadi permasalahan paling serius dalam hidupnya, rasa kesepiannya lebih sering muncul saat ia harus sendirian di rumah.

Namun justru itu yang membuat film ini menjadi luar biasa. Set rumahnya memang sederhana, tapi terlihat ada perencanaan yang matang untuk membuatnya serealistis mungkin. Sudut-sudut pengambilan gambarnya brilian, sementara tone-nya sungguh cantik. Kedua elemen tersebut sukses berpadu untuk menebalkan atmosfer sendu yang timbul dari rasa kesepian Richard. Melihatnya melakukan kegiatan sehari-hari di rumahnya tak pernah membosankan, namun justru efektif membuat kita lebih dapat merasakan emosinya. Pemilihan lagu lawas berjudul “Hidupku Sunyi” dari The Mercy’s yang pas dengan setiap adegannya pun semakin menyolidkan atmosfernya. Romantismenya juga sungguh mengacak-acak emosi. Terlihat sangat manis dan akan mampu meluluhkan hati siapapun yang menyaksikannya, tapi dibarengi juga dengan munculnya rasa tak tenang jika mengingat bagaimana sebenarnya awal pertemuan Richard dan Arini.

love for sale

Hebatnya lagi, film ini memiliki dialog-dialog dan gurauan-gurauan yang terdengar dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Mulai dari obrolan ringan seputar sepak bola, saat kedua karakter utamanya berbagi kisah tentang pengalaman hidup, bahkan saat Richard memarahi pegawai-pegawainya. Tak ada bahasa romantis yang kelewat puitis, jadi lebih masuk akal jika kisah ini terjadi pada pria berusia 41 tahun.

Dibekali naskah yang sangat bagus, Gading pun dapat menerjemahkannya dengan performa akting yang sangat alami. Ia dapat menyatu dengan detail penampilannya yang sungguh meyakinkan sebagai pria berusia 41 tahun yang pola pikirnya sedikit kuno. Ia berhasil membuat rasa kesepian Richard terasa lebih dalam karena tak mengandalkan ekspresi galau yang berlebihan, tapi lewat gesture dan tindakannya, kita dapat ikut merasakan jika itu benar-benar timbul dari dalam hatinya.

Bagian akhir film ini sendiri tak memilih rute yang aman, namun justru itu yang membuatnya semakin powerful. Beberapa detail adegannya mampu memberikan ruang untuk interpretasi yang berbeda-beda pada para penonton. Dan itu adalah hal yang mengesankan dan membuat Love for Sale semakin sulit dilupakan. Krishna Mahendra

love-for-sale-1

Nutshell Drama percintaan mengacak-acak emosi yang ditopang dengan atmosfer dan tone memikat, serta konklusi yang berani. Masterpiece dari Andibachtiar Yusuf dan ajang pamer bakat akting Gading Marten yang hebat.

Rating 21+ Director Andibachtiar Yusuf Screenplay Andibachtiar Yusuf, M. Irfan Ramly Cast Gading Marten, Della Dartyan, Verdi Solaiman, Rukman Rosadi, Adriano Qalbi, Albert Halim, Sabrina Rochelle, Vanda Mutiara Running time 104 mins

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on Pinterest