Home » News » Membaca Tafsir Politik A la Enak Tho Zamanku

Membaca Tafsir Politik A la Enak Tho Zamanku

1b

Saat ini tak banyak film lokal yang kontennya menyerempet isu politik terkini. Sineas Akhlis Suryapati dengan berani melakoninya. Proyek bertajuk Enak Tho Zamanku-Piye Kabare siap diluncurkan mulai Kamis, 12 April 2018.

Mengusung genre drama thriller berbumbu satir sosial, film ini memang kental dengan nuansa politiknya. Judulnya saja sudah mengingatkan pada frasa yang pernah identik dengan Presiden Soeharto. Kemudian produsernya, Sonny Pudjisasono misalnya, selain dikenal sebagai Sekretaris Yayasan Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail, belakangan menjabat sebagai Wakil Ketua DPP Partai Berkarya.

Sang sutradara yang juga penulis skenario, Akhlis, membantah sinyalemen itu. Namun dia mempersilakan publik untuk menafsirkan film ini terkait dengan fenomena politik yang ada sekarang.“Bagi politikus yang menghendaki dukungan dari pemilih cerdas, bagus juga jika menonton film ini,” kilahnya usai pemutaran film ini di PPHUI, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (10/4).

“Saya sebenarnya senang-senang saja seandainya film ini dibiayai oleh keluarga Cendana, atau partai hantu blau apa saja, untuk kepentingan apapun juga. Wong, akhirnya film ini tetaplah film yang ide, gagasan, dan perwujudannya sepenuhnya sesuai dengan keinginan saya tanpa ada intervensi atau pengaruh dari manapun,” lanjutnya yakin.

Pembiayaan proyek ini sendiri, tambah Akhlis, dibiayai secara patungan oleh produser yang memang berlatar perfilman, ditambah sedikit dari koceknya. Proyek ini memang bukan film yang spektakuler secara biaya layaknya film yang produksinya dilatari oleh misi tertentu atau kepentingan politik lainnya.

Ceritanya sendiri bermula dari Pinuntun (Dolly Martin) yang diserang oleh anak buah Saladin (Soultan Saladin) demi menguasai Area Warisan. Saladin mau menjadikan kawasan itu sebagai arena kartel kriminal. Di bagian lain ada DarmoGandul (Panji Addiemas) yang bertemu Retno (Ismi Melinda), PSK yang coba menyelamatkan adiknya dari penjualan perempuan. DarmoGandul harus berhadapan dengan anak buah Saladin yang ternyata diplot oleh organisasi global sebagai penguasa melalui politik yang dibangun lewat kejahatan.

Sejumlah pelakon senior memperkuat film ini, mulai dari Dolly Martin, Soultan Saladin, Otig Pakis, Yurike Prastika, Riza Pahlawan. Sedangkan wajah yang lebih muda ada Ismi Melinda, Ratu Erina, Panji Addiemas, Eko Xamba, hingga Ananda George. BB

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on Pinterest