Home » Featured » Mia and the White Lion – Review

Mia and the White Lion – Review

Love story between human and lion

All Film Star Rating 7MV5BOWI5MGMzMzYtZWNmYS00YjRmLWE5MzAtMDY2MmI5NWRhNzAwXkEyXkFqcGdeQXVyNTc5OTMwOTQ@._V1_

Seperti judulnya, Mia (Daniah De Villiers) bersahabat dengan seekor singa putih yang di film ini dinamakan Charlie (Thor). Mia dan keluarganya hidup di sebuah peternakan singa di Afrika Selatan. Awalnya ia hidup di London dan menolak untuk hidup dan menikmati Afrika Selatan. Tapi Charlie mengubah semuanya. Mereka tidak dapat dipisahkan. Saat Charlie masih kecil, hal ini tidak menjadi masalah. Tapi ketika ia beranjak besar dan dewasa, sang ayah, John (Langley Kirkwood) marah karena singa bukanlah binatang peliharaan. Tempatnya bukan di dalam rumah.

Tapi hal ini tidak membuat Mia patah semangat. Bahkan saat ia harus pergi keluar kota untuk acara sekolah, ia malah memilih kabur karena sangat rindu dengan Charlie. Charlie pun saat ditinggal Mia memperlihatkan perilaku yang janggal. Saat keduanya bertemu, semuanya kembali normal. Tapi apakah ini perilaku yang normal? Keluarganya tidak menganggapnya demikian. Apalagi ketika adiknya, Mick (Ryan Mac Lennan), mengidap kelainan di mana hampir setiap malam ia selalu bermimpi buruk. Ia juga sebetulnya sedikit takut dengan singa dewasa seperti Charlie. Mia sendiri sadar bahwa Charlie memang harus kembali ke alam liar, tapi harus dilakukan dengan cara Mia, bukan ayahnya. Penduduk daerah Timbavati di Afrika Selatan percaya bahwa sosok singa putih akan menyelamatkan mereka dari petaka. Singa putih sudah dianggap seperti dewa. Maka ke sanalah Mia akan membawa Charlie.

Saat kita menyaksikan film ini, jangan kaget ketika melihat perubahan fisik baik dari De Villiers sebagai pemeran Mia ataupun Thor sang singa putih. Tidak ada CGI atau make-up, semuanya nyata. Baik Mia maupun Charlie tumbuh dari anak-anak menjadi remaja, bahkan dewasa untuk ukuran singa. Film ini memakan waktu proses syuting lebih dari dua tahun setengah, dari Mei 2015 sampai dengan Desember 2017. Sutradara Gilles de Maistre menggunakan jasa zoologist Kevin Richardson yang sudah meneliti singa selama lebih dari dua puluh tahun. Mereka berdua memutuskan untuk menggunakan De Villiers dan Thor sambil mereka membangun hubungan lebih dari dua tahun, sambil syuting untuk beberapa adegan demi keperluan cerita. De Villiers yang memang tinggal di Afrika Selatan selalu berada dekat dengan Thor. Sementara para pemain lain akan diterbangkan saat ada jadwal syuting.

Hasilnya istimewa. Kedekatan Mia dengan Charlie memang terlihat luar biasa dan alami, karena kedekatan itu nyata dan telah dibangun secara teliti oleh tim produksi. Jelas De Villiers dan Thor adalah bintang utama film ini, aktor lain hanya seperti pendukung untuk kecemerlangan duo manusia dan singa ini. Film ini juga diproduksi dengan bantuan dari yayasan Prince Albert II dari Monaco dan juga pemerintah Monaco. Di akhir film, kita bisa melihat beberapa fakta bahwa singa dikembangbiakkan hanya untuk kemudian dijadikan bahan perburuan. Sesuatu yang ternyata tidak illegal, tapi mungkin tidak etis. Film ini mengajak semua penonton untuk melawan hal itu. Fariz Budiman

Nutshell Sebuah tontonan untuk seluruh anggota keluarga, yang mengajari kita untuk menyayangi semua makhluk hidup yang ada di dunia ini.

Rating PG Director Gilles de Maistre Screenplay Prune de Maistre, William Davies Cast Daniah De Villiers, Melanie Laurent, Langley Kirkwood, Ryan Mac Lennan Running time 98 mins

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on Pinterest