Home » Featured » Obrolan Singkat Dengan Sutradara dan Cast Zombie Fighters

Obrolan Singkat Dengan Sutradara dan Cast Zombie Fighters

IMG_0678

Film horor komedi terbaru Thailand garapan sutradara Poj Arnon, Zombie Fighters, telah dirilis di biokop-bioskop Indonesia sejak 14 Juni 2017 lalu. Film ini bercerita tentang sekelompok anak muda yang terjebak di dalam sebuah rumah sakit yang ternyata sudah dipenuhi oleh para zombie yang terjangkit sebuah virus misterius.

Sebelumnya, pada hari Rabu, 7 Juni 2017, sang sutradara beserta para pemeran utamanya, yaitu Puvadol Vechwongsa alias James, Kunatip Pinpradab alias Nick dan Kittipat Samantrakulchai alias Biew hadir di Indonesia untuk mempromosikan filmnya sekaligus menyapa para penggemarnya. All Film mendapat kesempatan untuk mengobrol sedikit dengan mereka, berikut adalah rangkumannya:

Seberapa sulit kau menyiapkan produksinya, mulai dari set rumah sakit hingga efek spesial dan make-up untuk para zombie-nya?

Poj Arnon (PA): Hampir semua adegan di film ini sulit untuk digarap, terutama adegan-adegan yang melibatkan zombie karena dalam satu adegan saja bisa melibatkan 100 zombie yang muncul secara bersamaan. Ada 30 make-up artist terbaik di Thailand yang juga terlibat dalam film ini.

Selain horor, Zombie Fighters juga memiliki elemen komedi dan drama yang sama kuatnya. Bagaimana kau menyeimbangkan semuanya?

PA: Film ini memiliki alur cerita yang bertempo cepat. Di sepertiga awal lebih banyak komedi, di sepertiga selanjutnya lebih banyak drama, dan di sepertiga akhir lebih banyak horor. Tapi di setiap bagian tersebut juga memiliki elemen-elemen lainnya. Jadi secara persentase  sudah cukup seimbang. Mencari momentum yang pas untuk memunculkan setiap elemen tadi juga jadi kunci lain dalam menyeimbangkannya.

Sebelumnya kau lebih banyak membuat film drama dan komedi, bahkan beberapa di antaranya bertema LGBT seperti Bangkok Love Story, Cheerleader Queens dan Iron Ladies Roar!. Apa yang tiba-tiba membawamu pada zombie?

PA: Selain yang bertema LGBT, aku telah membuat film-film yang cukup beragam. Mulai dari kisah anak remaja hingga tentang hantu. Aku juga sudah membuat horor komedi di tiga film Make Me Shudder. Hampir di setiap negara yang industri filmnya sudah berjalan, mereka pasti punya produksi film zombie. Sementara di Thailand belum ada film panjang yang mengangkat tema zombie. Idenya sendiri sudah ada sejak tiga atau empat tahun lalu, tapi karena produksi film ini membutuhkan dana yang cukup besar, jadi butuh waktu untuk mengumpulkan bujetnya.

IMG_9682

Apa film zombie favoritmu dan seberapa besar pengaruhnya pada Zombie Fighters?

PA: Aku suka film-film Resident Evil, I Am a Hero dan Train To Busan. Untuk film ini, aku berusaha untuk mencari konsep cerita yang berbeda dengan film-film zombie yang lainnya.

Apa proyekmu selanjutnya setelah film ini?

Selanjutnya aku akan membuat film period berjudul The Last Hero. Tapi ini bukan film period yang serius, melainkan komedi. Kisahnya tentang sebuah negara antah berantah yang tak lagi memiliki penduduk laki-laki sejati.

Kalian kembali bersatu setelah Make Me Shudder, apa yang membuat kalian senang bekerja sama dengan sutradara Poj Arnon?

Nick: Aku senang bekerja dengan mereka semua karena kami sudah seperti keluarga. Rasanya seperti sedang bukan bekerja. Kami menjalani bagian sulit, sedih dan senang bersama. Proyek ini memiliki rasa kekeluargaan yang sangat kuat.

Biew: Kami bertiga sangat berterima kasih dengan sutradara Poj Arnon karena selalu memberi kami kesempatan. Sebenarnya bukan hanya kami bertiga karena masih ada puluhan kru lainnya yang sudah seperti keluarga. Setiap pekerjaan pasti ada bagian yang membuat stress, tapi karena kedekatan kami juga yang membuatnya jadi mudah untuk dilalui. Semoga Poj Arnon masih akan memberi kami kesempatan untuk bekerja dengannya lagi di film-film berikutnya. KM

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on Pinterest