Home » Featured » Pentingnya Sejarah Keluarga Rey di Star Wars: The Last Jedi

Pentingnya Sejarah Keluarga Rey di Star Wars: The Last Jedi

star-wars-the-last-jedi-ew-rey1

Star Wars memang menceritakan tentang kisah perang di galaksi. Tapi pada intinya dunia yang diciptakan oleh George Lucas ini menceritakan tentang keluarga yang tercerai berai akibat perang. Satu dari ribuan anak yang menjadi korban adalah Rey.

Sekian lama menghilang dari layar lebar, franchise Star Wars bangkit kembali lewat Star Wars: The Force Awakens. Fans loyal dan baru diperkenalkan dengan seorang anak perempuan yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Rey kecil menjerit-jerit sambil memohon kepada seseorang – atau sesuatu – untuk membawanya ikut pergi bersamanya. Namun ia malah ditelantarkan di sebuah planet asing tempat rongsokan sampah bernama Jakku. Rey tumbuh dewasa tanpa mengetahui apapun dari masa lalunya kecuali perasaan bahwa ada sebuah takdir besar yang menunggunya.

The Last Jedi akan mencoba menjawab pertanyaan tentang misteri garis keturunan keluarga Rey yang tak henti-hentinya mengalir sejak dua tahun lalu. Uniknya, meski sadar betul bahwa fans sangat penasaran, sutradara Rian Johnson dan Daisy Ridley justru berusaha meredamkan suasana.

“Bagiku, hal ini menjadi penting kalau Rey merasa ini penting,” ungkap Johnson kepada Entertainment Weekly. “Aku pikir ini penting bagi Rey dalam segi apa tempatnya di dalam cerita ini? Hal apa yang akan membentuknya di kisah ini? Di film sebelumnya, Rey diberi tahu bahwa jawabannya bukan di masa lalu tapi di masa depan. Tapi Rey datang ke pulau ini untuk berbicara dengan pahlawan dari masa lalu.” Johnson merujuk kepada Luke Skywalker. Sosok yang awalnya disangka Rey adalah mitos kini berdiri di depannya. Hubungan Rey dan Luke – apapun bentuknya – akan ditelusuri lebih dalam di The Last Jedi.

sw-tlj-ew-fall-preview-12

“Tapi aku rasa Rey masih punya harapan bahwa ia dapat menemukan hal yang akan memberi jawaban ‘Inilah rumahmu. Di sinilah kau berada’ Aku rasa dia masih menyimpan pikiran bahwa dari mana ia berasal akan menentukan kemana ia akan pergi,” lanjut Johnson. Ridley setuju dengan Johnson meski ia bilang, “Kau bisa saja mencari jawaban tapi bukan berarti hidupmu akan menjadi mudah. Ini bukannya ‘oh sekarang aku paham segalanya karena aku sudah tahu siapa orang tuaku.’ Bukan itu yang terjadi di dunia Star Wars.” Jawaban tentang garis keturunannya dirasa Ridley “tidak sepenting yang Rey kira” meski paling tidak ia bisa mendapatkan ketenangan dalam hidupnya.

Kau bisa membuat jutaan spekulasi namun yakinlah Star Wars selalu punya cara untuk membuatmu terkejut. Bahkan Ridley bilang ada saja kemungkinan Dark Side bisa mempengaruhi Rey. “Selalu ada ruang untuk orang-orang jahat membuat keputusan baik dan juga sebaliknya. Bisa saja itu ada hubungannya dengan siapa orang tuamu atau tidak ada hubungannya malah sama sekali.”

Bukan hanya Rey, Finn pun punya beberapa pertanyaan tentang keluarganya. John Boyega memerankan Finn, mantan Stormtrooper yang menemukan dirinya berpetualang bersama Rey dan BB-8. Boyega memberi isyarat, “Finn jelas punya masa lalu yang bermasalah. Pertanyaan yang harus dijawab adalah kenapa ia memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya sebagai Stormtrooper. Kita akan mengetahui sedikit lebih banyak tentang Finn.”

Itulah yang akan menjadi dasar The Last Jedi – menemukan tempatmu dalam misi menyelamatkan seluruh galaksi. “Dorongan tematik besar dalam filmnya adalah masa lalu dan apa perannya dalam langkah kita ke masa depan,” papar Johnson. Nantikan Star Wars: The Last Jedi pada 15 Desember 2017. Anishka Syafrani

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on Pinterest