Home » Featured » Pro-Kontra Pemecatan James Gunn dari Guardians of the Galaxy Vol. 3

Pro-Kontra Pemecatan James Gunn dari Guardians of the Galaxy Vol. 3

james-gunn-pros-cons-firing-disney-marvel-guardians-of-the-galaxy-vol-3

Sudah lebih dari seminggu berlalu sejak kabar pemecatan James Gunn oleh Disney dari kursi sutradara Guardians of the Galaxy Vol. 3 tersiar. Hampir 10 hari kemudian, kasus ini masih ramai dibicarakan dan telah memecah belah fandom dan industri film di Hollywood. Sebagian mendukung, tapi banyak juga yang mengecam. Sambil menunggu langkah Disney dan Marvel Studios selanjutnya, kita bisa mencoba menelaah isu dengan melihat dua sudut pandang tersebut.

Pada tanggal 21 Juli 2018, Disney resmi memutus hubungan dengan Gunn setelah serangkaian Tweet tidak senonoh yang ditulis Gunn menjadi viral di internet. “Perilaku dan pernyataan James Gunn yang menghina di Twitter tidak dapat dimaafkan dan tidak konsisten dengan nilai-nilai kami, dan kami telah memutus hubungan bisnis kami dengannya,” begitu pernyataan chairman Walt Disney Studios, Alan Horn.

Akun Twitter Gunn yang menjadi sumber masalah sudah dihapus. Ia merilis pernyataan sebagai berikut: “Aku menyesali apa yang kulakukan selama bertahun-tahun setelahnya. Hal ini tidak merefleksikan siapa diriku sekarang. Tapi meskipun waktu telah lama berlalu aku paham dan menerima keputusan bisnis yang diambil hari ini. Aku menerima tanggung jawab penuh atas kesalahanku bertahun-tahun lalu,” jelasnya. Simak pernyataan lengkapnya di The Hollywood Reporter.

Sudah pasti kabar ini memengaruhi dinamika para cast dan kru Guardians of the Galaxy. Dave Bautista, aktor pemeran Drax, menjadi salah satu anggota yang paling vokal membela Gunn dan menyerang Disney. Bautista mendeskripsikan pelaku yang menyebarkan tweet Gunn sebagai cybernazi. “Apa yang akan kau lakukan ketika #cybernazis menyerangmu?” tulis Bautista di akun Twitter pribadinya. “Bukannya membela seseorang yang telah menginspirasi jutaan orang, mereka (cybernazi) menghukum kamu atas lelucon buruk yang dibuat di masa lalu.” Memang betul, tweet-tweet Gunn ditulis pada tahun 2008 hingga 2012. Michael Rooker (pemeran Yondu) lebih drastis lagi, ia menyatakan muak akan Twitter dan menonaktifkan akunnya sebagai bentuk protes.

Para pendukung Gunn kemudian membentuk petisi online “RE-HIRE JAMES GUNN” yang didukung oleh Selma Blair, aktris dan teman Gunn. Lebih dari 320 ribu orang telah menyatakan dukungan untuk petisi ini. Lebih banyak lagi selebriti yang mengecam keputusan Disney memecat Gunn; simak daftarnya di artikel Comic Book.

Cast lainnya seperti Karen Gillan, Zoe Saldana, Pom Klementieff, dan Chris Pratt memberikan komentar yang samar-samar. “Aku mencintai seluruh keluargaku di Guardians,” tulis Gillan di Twitter. Saldana menulis pesan serupa: “Aku harus mendalami semuanya dulu sebelum berbicara untuk menghindari mengatakan sesuatu di luar batas. Tapi aku mau kalian tahu aku sangat mencintai seluruh keluargaku di Guardians.” Klementieff menulis, “We are Groot, We are family, we stand together.” Sementara Pratt hanya mengutip kitab Injil tanpa berkomentar lebih lanjut.

Dari sudut pro dan kontra, yang lebih lantang berbicara adalah tim kontra. Namun bukan berarti pihak pro tinggal diam. Beberapa fans di internet menganggap Gunn pantas untuk dipecat. “Dia sudah berusia 40 tahun ketika lelucon itu dibuat. Dia tak pantas dimaafkan,” kata salah seorang pengguna Twitter. Dari perbincangan pihak pro juga muncul perdebatan baru: bahwa co-writer Nicole Perlman yang menulis film pertama lebih berhak menyutradarai film ketiga. Perlman tak kalah berjasa membesarkan GotG sebagai franchise, namun kehadiran Gunn menggeser posisinya. Perlman sama sekali tak terlibat di Vol.2 yang rilis tahun 2017. Untuk lebih detailnya, kau bisa menyimak salah satu artikel di tahun 2014.

Belum ada kabar sutradara yang akan menggantikan posisi Gunn. Calon favorit adalah Taika Waititi, sutradara Thor: Ragnarok, yang mendapat dukungan besar dari para fans Marvel di internet. Tak heran, karena karakter-karakter GotG dan Thor milik Chris Hemsworth berhasil mencuri hati para fans ketika mereka dipertemukan di Avengers: Infinity War. Meskipun belum ada kepastian tapi bisa dikatakan Waititi adalah kandidat kuat. Dalam sebuah kebetulan yang sulit dipercaya, bukan tidak mungkin Disney mampu memutarbalikkan kejadian yang disayangkan ini menjadi lahan eksplorasi baru yang menjanjikan. Kenapa tidak? Disney punya kekuatan besar di Hollywood.

Jelas berita ini membuat Guardians of the Galaxy Vol. 3 – rencana rilis tahun 2020 – menjadi semakin dinantikan. Semua mata akan tertuju pada presiden studio Marvel, Kevin Feige, yang hingga kini memilih bungkam. Ikuti terus perkembangan beritanya di All Film. Anishka Syafrani

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on Pinterest