Home » Featured » Review – DO(S)A

Review – DO(S)A

Jakarta Underground War

All Film Star Rating 8dosaartikel

Aplikasi streaming TV dan film, Tribe, baru saja merilis serial orisinal terbarunya yang berjudul DO(S)A. Memiliki delapan episode, proses produksi serial ini melibatkan tiga negara Asia Tenggara: Indonesia, Malaysia dan Singapura.

Kisahnya dimulai saat pemimpin kelompok mafia di Jakarta, Gerbang Utara, dibunuh. Anak angkat dari sang pemimpin tersebut, Arian (Reuben Elishama), kemudian pergi ke Kuala Lumpur untuk meminta bantuan mantan anggota Gerbang Utara yang hidup dalam persembunyian, Latif (Dato’ M Nasir), untuk menghadapi kelompok Marco (Roy Marten) yang ingin menguasai Gerbang Utara.

Arian kembali ke Jakarta setelah permintaannya ditolak, namun anak bungsu Latif, Fara (Shenty Feliziana), diam-diam meyusulnya. Hal tersebut kemudian membuat tiga anak Latif lainnya, Fuad (Ashraf Sinclair), Farid (Remy Ishak) dan Fahad (Hisyam Hamid), ikut ke Jakarta karena Fara ditangkap Zsa Zsa (Hannah Al Rashid), salah satu anak buah terkuat Marco. Mereka pun akhirnya terpaksa ikut teribat dalam konflik di dunia mafia Jakarta. Situasi menjadi semakin rumit setelah Interpol mengirim anggotanya, Michelle (Daniella Sya), untuk menyelidiki tentang Gerbang Utara dengan bantuan seorang polisi Indonesia, Amar (Tegar Satrya).

Ide cerita dari Salman Aristo, yang juga menulis naskahnya, sungguh menarik. Kita tak hanya dibawa untuk menyelam lebih dalam ke dunia kriminal di Jakarta yang mungkin tak pernah kita bayangkan sebelumnya, tapi juga bisa memberikan gambaran bagaimana para mafia dapat memengaruhi para politisi dan penegak hukum, dan semua itu terasa cukup relevan dengan kondisi negara kita saat ini. Layaknya kisah-kisah mafia, serial ini juga menyajikan berbagai adu strategi dari para karakternya yang sukses membuat kita untuk terus menantikan langkah mereka selanjutnya.

dosa-2

Sutradara Ifa Isfansyah cukup cerdik dalam mengatur ritme pada setiap episode. Kejadian-kejadian penting dari kisahnya disebar dengan merata di setiap episode. Bagian action di setiap episode juga cukup memikat, selalu dipenuhi adegan kejar-kejaran yang menegangkan serta pertarungan seru, baik dengan senjata maupun tangan kosong, yang terkoreografi dengan baik. Cukup terlihat sentuhan dari Cecep Arif Rahman sebagai koreografer serial ini. Dan semua itu dieksekusi dengan set dan lokasi yang juga terlihat telah dipersiapkan dengan serius. Bisa dibilang, tak ada episode yang tak lebih seru dibanding episode lainnya.

Sentuhan detail seperti beberapa karakternya yang memiliki spesialisasi terhadap senjata tertentu cukup menarik, efektif dalam menambahkan keunikan dan kekhasan mereka. Serial ini juga tak lupa untuk mempertebal elemen emosi di dalamnya. Tak hanya lewat drama tentang loyalitas dan hubungan keluarga, tapi juga dengan pergolakan batin yang dialami anak-anak Latif. Mereka tumbuh sebagai sosok yang religius, tapi terpaksa harus terlibat dalam dunia yang sangat kelam demi kepentingan yang lebih besar. Sebuah serial bertema mafia yang terasa komplet dan relevan.

Bagi para pengguna Telkomsel, DO(S)A dapat ditonton di Tribe secara gratis dengan menggunakan paket VideoMAX. Aplikasi Tribe sendiri bisa diunduh di sini: https://goo.gl/FhPCiJ. Krishna Mahendra

Nutshell Kisah mafia yang penuh intrik, punya action yang digarap serius dan isu yang relevan dengan kondisi Indonesia saat ini.

Rating 12+ Director Ifa Isfansyah Screenplay Salman Aristo, M. Rino Sarjono Cast Reuben Elishama, Ashraf Sinclair, Remi Ishak, Hisyam Hamid, Shenty Feliziana, Hannah Al Rashid, Roy Marten, Maudy Koesnaedi, Daniella Sya, Tegar Satrya, Dato’ M Nasir, Cecep Arif Rahman

 

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on Pinterest