Home » Featured » Strange Sunday: Rachel McAdams di Doctor Strange

Strange Sunday: Rachel McAdams di Doctor Strange

Sang Aktris Membahas Status Christine Palmer di Film Scott Derrickson

doctor-strange-rachel-mcadams-christine-palmer

by Amanda Aayusya

Mendengar nama Christine Palmer sebagai peran yang dipegang oleh Rachel McAdams di Doctor Strange, tentunya beberapa fans komik Marvel akan berpikir apakah McAdams akan memerankan karakter komik yang bernama Night Nurse.

Singkat kata, ‘Night Nurse’ pertama kali muncul sebagai judul serial yang diciptakan oleh Jean Thomas pada 1972 (Night Nurse Vol. 1). Christine adalah salah satu perawat yang bekerja di Metro-General Hospital dan bertemu dengan rekan-rekannya, Linda Carter dan Georgia Jenkins. Tapi sosok Night Nurse yang dikenal sebagai dokter yang kerap membantu pengobatan para superhero Marvel adalah Linda Carter, yang juga terlibat kisah cinta bersama Stephen Strange di komiknya. Mengingat McAdams telah berbicara tentang hubungan asmara antara tokohnya di film dengan tokoh utama milik Benedict Cumberbatch, tidak heran bahwa berbagai spekulasi kemudian muncul.

doctor-strange-empire-1Baru-baru ini kepala Marvel Studios Kevin Feige membantah bahwa Christine Palmer milik McAdams adalah Night Nurse, mengatakan pada EW, “Cerita yang itu tidak ikut bermain di film kami. Dan sama seperti fans, kami bersenang-senang dengan melakukan berbagai spekulasi.” Tapi ini sama sekali tidak berarti peran McAdams di Doctor Strange kecil. Justru sebaliknya, sang aktris – yang dikenal sebagai bintang Mean Girls, film-film Sherlock Holmes Guy Ritchie dan pemenang Academy Awards Spotlight – merasa karakternya itu punya hubungan unik dengan sang dokter bedah yang kemudian menjadi ahli sihir tersebut.

McAdams menjawab sendiri rasa penasaran kita terhadap karakternya, Christine Palmer, jadi langsung saja simak wawancara di bawah ini!

Ceritakan tentang karakter yang kau mainkan dan hubungannya dengan Stephen Strange.
Aku memerankan Dr. Christine Palmer, yang seorang dokter gawat darurat dengan spesialisasi torakoplastik di Metropolitan Hospital di New York City. Stephen adalah dokter bedah saraf otak di rumah sakit yang sama. Mereka mantan kekasih saat kita masuk ke ceritanya, jadi kita mulai di akhir hubungan mereka, yang membuatnya jadi agak berbeda. Ini bukan kisah cinta klasik, yang menurutku sangat unik.

Mengapa kau tertarik mengambil peran ini?
Menjadi bagian dari Marvel Cinematic Universe adalah hal yang sangat seru. Aku suka cara mereka membuat film. Kau bisa bekerja dengan yang terbaik di dunia. Tidak ada yang ditahan-tahan. Semuanya serba canggih dan kau mendapat banyak waktu untuk membuat semuanya terlihat fantastis sekaligus bisa dipercaya. Semua ini adalah filmmaking tinkat tinggi dan aku senang menjadi bagian dari itu.

Apakah kau melakukan riset untuk tokohmu?
Aku membaca beberapa kamik. Scott Derrickson, sutradara, mengarahkan aku ke The Oath [komik limited series Doctor Strange: The Oath yang ditulis oleh Brian K Vaughan dari 2006-2007] secara spesifik. Ia merasa judul itu akan paling membantu untuk membangun tokohku. Christine Palmer belum masuk ke dunia superhero di sini. Ia masih berada di dunia nyata, di rumah sakit, di dunia dokter. Bagiku itu sangat menarik untuk mengenal Strange dari segi komik dan melihat ke mana karakterku bisa pergi.

Apa rasanya memerankan karakter yang sudah dikenal banyak orang?
Jelas ada tekanan untuk mendekati kesan yang sudah dimiliki oleh orang-orang akan karakter ini. Aku beruntung bahwa tokohku di film ini adalah semacam gabungan dari berbagai wanita di komik dan juga ciptaan Scott sendiri. Jadi sebenarnya bagiku titik mula tokoh ini cukup orisinal.

Kau dan Benedict Cumberbatch memerankan dokter bedah. Apakah kalian langsung siap memainkan itu?
Ya, kami ditemani beberapa pakar kedokteran yang luar biasa. Benedict selalu ingin bertanya pada mereka. Kami bekerja dengan boneka, dan kami tidak menggunakan jantung atau otak sungguhan, tapi Benedict selalu ingin tahu apa yang sedang terjadi di setiap pembuluh nadi dan katup dan sebagainya!

doctor-strange-new-image-cumberbatch-mcadamsBagaimana kau dan Benedict membangun dinamika karakter kalian?
Sekarang setelah filmnya usai, aku merasa hubungan mereka jauh lebih emosional dari apa yang kuharapkan. Kami membiarkan hubungan itu menjadi apapun yang diinginkan. Kami melalui perjalanan panjang, dimulai dari saat mereka masih cukup berteman baik dan sebagai rekan kerja. Mereka memiliki hubungan yang nyaman, merupakan tim dan bisa menyamai satu sama lin dari segi energi dan ambisi. Mereka saling menantang dalam cara yang positif. Lalu hidup Strange mulai hancur, hubungan mereka jadi lebih sulit. Mereka jadi terasing dan akirnya mereka akan menemukan jalan ke satu sama lain tapi dalam cara yang tak terduga. Ada banyak sekali aspek yang bisa kami mainkan, dan ini menyenangkan.

Dan apa rasanya bekerja dengan Scott Derrickson?
Film ini adalah mesin yang bekerja dengan lancar. Rasanya tidak pernah terlalu besar. Ia selalu membuat set terasa lebih intim. Antusiasme dan passion-nya untuk Doctor Strange sangat nyata. Ia melakukan banyak persiapan sebelum memulai proyek ini sehingga aku merasa berada di tangan yang handal. Ia tahu apa yang ia mau dan semuanya sudah jelas. Jadi mudah saja bagiku untuk datang dan bekerja. Scott sangat positif dan ia sangat menyenangkan untuk diajak kerja sama.

Apakah menurutmu pengalamannya membuat film horor mempengaruhi tone film ini?
Saat kami membicarakan proyek ini, ia berkata, ia ingin filmnya agak dark dan moody dan nantinya akan ada semacam cahaya terang yang datang menembus kegelapan yang datang dari berbagai tokoh atau set piece. Jadi film ini akan mengandung kekelaman yang memberi brooding quality yang cukup seru, tapi ia akan menyuntikkan humor dan sentuhan ringan, dan banyak sekali unsur kemanusiaan. Kombinasinya luar biasa.

Kesimpulannya, kamu senang dipanggil oleh Marvel untuk film ini?
Ya, aku sangat tersanjung dan merasa keren. Aku suka menjadi penonton film-film Marvel jadi untuk bisa main di layar untuk mereka adalah pengalaman surreal yang mind-blowing. Aku masih harus mencubit diriku! Aku merasa sangat beruntung bahwa aku bisa bekerja dengan cast film ini dan sutradaranya.

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on Pinterest