Home » Featured » The Kid Who Would Be King – Review

The Kid Who Would Be King – Review

One big medieval merriment!

All Film Star Rating 7

the-kid-who-would-be-king-review-all-film

Joe Cornish kembali ke kursi sutradara, 8 tahun setelah merilis film debutnya Attack The Block, dengan The Kid Who Would Be King. Ia memperkenalkan Louis Ashbourne Serkis (putra dari aktor Andy Serkis) sebagai Alex, seorang bocah asal London yang sering di-bully yang tak sengaja menemukan Sword In The Stone yang ternama dari legenda Raja Arthur… dan berhasil mencabutnya dari batu. Akibatnya, ia memancing amarah Morgana (Rebecca Ferguson) yang sudah ratusan tahun dipenjara oleh sang penyihir Merlin di bawah permukaan Bumi. Morgana dan kekuatan jahat bangkit, mengancam kedamaian di Bumi dan kehidupan Alex.

Kecintaan Cornish terhadap cerita-cerita Arthurian tampak jelas di naskahnya, dengan caranya memasukkan unsur-unsur legenda tersebut ke setting modern. Teman-teman sekolah Alex, misalnya, menjadi para Ksatria Meja Bundar – Bedders (Dean Chaumoo) adalah Sir Bedisvere; Lance si bully (Tom Taylor) adalah Sir Lancelot; dan Kaye si gadis ganas (Rhianna Doris) adalah Sir Kay. Ketika Merlin muncul, ia datang sebagai anak muda (Angus Imrie) yang bisa bertransformasi jadi burung hantu dan juga sosok kakek-kakek (Sir Patrick Stewart). Versi muda Merlin adalah anak muda yang dorky dan passionate, serta agak merepotkan dalam kesungguhannya membantu Alex dan kadang tidak bisa diandalkan. Semua ini jauh dari interpretasi legenda Arthurian yang kerap kita lihat di layar lebar, menjadikan The Kid Who Would Be King salah satu adaptasi legenda itu yang paling inovatif dan menyegarkan.

Namun film berdurasi lebih dari 2 jam ini agak berat di sisi moralnya. Cornish berusaha menyajikan pesan-pesan moral dari kode ksatria untuk menginspirasi penonton, tapi caranya agak berlebihan sehingga terkesan kurang tulis. Proses Alex dalam mencerna dan kemudian merangkul moralitas a la ksatria ini pun menjadikan cerita jadi berat di tengah, apalagi hal itu dikaitkan dengan masalah keluarga sang pemuda. Walaupun jelas bahwa keseriusan ini dimasukkan untuk mengimbangi unsur action dan humor yang juga besar porsinya, pacing film jadi sedikit terganggu.

Untungnya humor dan hiburan yang ditampilkan, terutama di babak ketiga ketika Morgana sudah mencapai kekuatan penuhnya dan sanggup melepaskan diri dari penjaranya sehingga ia datang meneror Alex dan kawan-kawan, sungguh luar biasa. Menggabungkan taktik perang a la abad pertengahan dan setting modern, pertarungan finalnya mengingatkan kita akan Moses dan geng-nya saat mereka meledakkan gedung apartmen mereka saat melawan alien. Walaupun tak siapapun yang lompat dari jendela menggunakan bendera Union Jack sebagai parasut, Alex dan kawan-kawan tampil heroik.

Pujian patut diberikan kepada para bintang muda di The Kid Who Would Be King, terutama bagi pemeran Merlin muda – Angus Imrie. Walaupun Merlin adalah peran besar pertamanya di layar lebar, sang aktor yang sebelum ini banyak bermain di teater sangat mencuri perhatian. Segala spektrum dari kepribadian Merlin, dari lucu sampai mengesalkan, ditampilkannya. Bahkan ia mampu menyelaraskan aktingnya dengan Stewart, memunculkan jiwa orang tua di badan anak muda, lengkap dengan gerakan tangan rumit saat ia melakukan sihir. Secara keseluruhan ia terlihat konyol dan kerap memalukan, tapi hal itu justru membuat Imrie semakin menonjol sebagai aktor paling memesona di film ini.

Adaptasi legenda Raja Arthur tergolong sedikit dalam sejarah sinema, apalagi yang benar-benar sukses dengan gemilang. The Kid Who Would Be King adalah upaya terbaru untuk menceritakan legenda itu dengan segar. Bahkan dengan segala kekurangannya, film ini tetap wajib ditonton. Amanda Aayusya

Nutshell… Ide yang unik dari Joe Cornish ini dieksekusi dengan semangat tinggi dan jiwa pemberani. Film kedua sang sutradara sangat mudah dinikmati, relevan dengan penonton muda dan memperkenalkan talenta akting baru. Andaikan alurnya sedikit lebih rapi, ini akan jadi tontonan yang sempurna.

Rating PG Director Joe Cornish Screenplay Joe Cornish Cast Louis Ashbourne Serkis, Angus Imrie, Dean Chaumoo, Tom Taylor, Rhianna Doris, Rebecca Ferguson, Patrick Stewart, Denise Gough Running time 120 mins

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on Pinterest