Home » Featured » The Lego Movie 2: The Second Part – Review

The Lego Movie 2: The Second Part – Review

Heavy on the meta, light on the awesome

All Film Star Rating 7

the-lego-movie-2-review

Ketika Bricksburg diserbu oleh alien berbentuk Lego Duplo dari Systar System, kehidupan warganya langsung berubah. Kini menjadi padang pasir yang kering dan gersang, nama kota mereka adalah Apocalypseburg. Warganya pun jauh lebih sinis – mereka gemar merenungi nasib dan menjadi pemurung. Batman (Will Arnett) menjadi 100% lebih pemabuk, sementara Lucy alias Wyldstyle (Elizabeth Banks) merasa perubahan gaya hidup mereka adalah tanda dari kedewasaan. Tebak siapa yang tidak berubah? Ya, betul, hanya Emmet Brickowski (Chris Pratt), sang Master Builder yang menjadi hero di The Lego Movie pertama yang tidak terpengaruh oleh kesuraman dan perubahan di sekelilingnya. Ia tetap manis, lugu dan ceria. Karena itu, ketika Lucy, Batman, Benny (Charlie Day), Metalbeard (Nick Offerman) dan Unikitty (Alison Brie) diculik oleh Jendral Sweet Mayhem (Stefanie Beatriz) dari Systar System, tidak ada satupun warga Apocalypseburg yang percaya Emmet bisa menyelamatkan teman-temannya.

Kini disutradarai oleh Mike Mitchell yang mengambil alih dari Chris Miller dan Phil Lord, The Lego Movie 2: The Second Part berupaya untuk menampilkan sebuah cerita memikat dalam setting dunia Lego yang telah berkembang jauh sejak film pertamanya. Film aslinya meruntuhkan the fourth wall yang membatasi antara karakter film dengan penonton, sehingga satu-satunya jalan yang diambil oleh Mitchell adalah untuk melanjutkan unsur metafiksi tersebut. Naskah Lord-Miller dan Matthew Fogel semakin banyak memakai karakter-karakter manusia yang di film pertama terkuak sebagai ‘arsitek’ dari peristiwa yang dilalui oleh Emmet dan kawan-kawan. Kali ini, anak-anak dari karakter Will Ferrell di film pertama yang menjadi arsitek di balik suka duka Emmet dan Lucy serta musuh-musuh baru mereka.

Eksekusinya lancar walaupun tidak sepenuhnya masuk di akal. Ada unsur time travel yang tidak dijelaskan dengan rapi meskipun jika kita menutup mata terhadap plot hole yang tercipta, hal itu membuat cerita jadi seru. Namun terlepas dari semua itu, lelucon dan referensi pop culture di film ini pun lebih dewasa. Tidak heran kalau, saat kami menonton, para penonton berusia dewasa lebih banyak tertawa daripada penonton anak-anak. Di satu sisi, cerita The Lego Movie 2 memang akan lebih mudah dipahami oleh orang dewasa. Tapi mereka juga lah yang berpotensi untuk merasa tidak puas dengan hal-hal yang tidak dijelaskan itu tadi.

Tapi kehadiran karakter-karakter baru seperti Rex Dangervest (disuarakan juga oleh Pratt) dan Queen Watevra Wa’nabi (Tiffany Haddish) mampu menghadirkan nuansa baru bagi mereka yang sudah lama mengikuti franchise film Lego. Keduanya mendapat arc yang menarik dan disajikan dengan banyak humor. Kesediaan Pratt untuk dipakai kariernya sebagai ‘bahan dasar’ bagi karakter Rex memang berpengaruh besar. Karakter ini jadi jauh lebih kocak saat kita tahu ia adalah versi ‘extra’ dari semua protagonis yang dimainkan oleh sang aktor. Sementara itu, charm Haddish yang asli terpancar juga dari karakter Queen Watevra yang unik.

Haddish dan karakternya mendapat banyak adegan musikal dengan dua lagu kocak yang ia nyanyikan, “Not Evil” dan “Gotham City Guys” (bersama Arnett, yang penuh lelucon tentang Batman dari universe manapun). Walaupun keduanya tidak se-catchy “Catchy Song” – anthem baru dari The Lego Movie 2, pengganti “Everything Is Awesome” – adegan di mana kedua lagu ini dinyanyikan mengundang banyak tawa. Mengingat sulitnya adegan-adegan musikal ini dibuat, bahwa hasilnya sangat menghibur patut diapresiasi. Tentu saja, kita kemudian harus berjuang keras untuk menghilangkan “Catchy Song” dari kepala kita…

Seperti layaknya semua sekuel, The Lego Movie 2 tidak bisa mengalahkan kesegaran dan kegeniusan film pertamanya. Apapun yang film kedua ini lakukan, film pertamanya sudah lakukan lebih dulu, bahkan dari segi pengungkapan twist-nya. Tapi untuk ukuran sebuah film animasi yang berusaha untuk punya suara sendiri dalam franchise yang sudah berjalan lama, The Lego Movie 2 bukan suatu kegagalan. Amanda Aayusya

Nutshell… Asalkan tidak terlalu dianggap serius atau dipikirkan dalam-dalam, segala kekurangan dari The Lego Movie 2 bisa dimaafkan. Humor dan semangat positif a la Emmet Brickowski masih tetap kuat di sekuel ini dan mampu menyelamatkan filmnya.

Rating PG Director Mike Mitchell Screenplay Christopher Miller, Phil Lord, Matthew Fogel Cast Chris Pratt, Elizabeth Banks, Will Arnett, Tiffany Haddish, Stefanie Beatriz, Alison Brie, Nick Offerman, Charlie Day Running time 106 mins

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on Pinterest