Home » Featured » Tujuh Bidadari – Review

Tujuh Bidadari – Review

Rahasia Gaib Rumah Sakit Jiwa

All Film Star Rating 6in the cage

Fenomena syuting film di luar negeri memang bukan hal baru dalam perfilman Indonesia. Namun untuk genre horor, masih jarang sineas yang melakukannya. Sutradara Muhammad Yusuf menjadi salah satu pelaku tren tersebut. Tujuh Bidadari menjadi kredit film horor berikutnya yang dia eksekusi di mancanegara, menyusul The Curse yang diputar di bioskop beberapa bulan silam.

Judul ini merujuk pada nama band dengan personil tujuh gadis muda yang sedang liburan ke Melbourne, Australia. Di sana mereka bersua penyanyi setempat, Mark Moore. Mark malah mengajak mereka singgah ke tempat bekas rumah sakit jiwa. Ternyata di sana rombongan gadis ini seperti menyongsong bahaya. Alhasil, nyawa satu demi satu dari mereka pun terancam.

Film ini memiliki konsep menarik. Berawal ketika Yusuf mendapatkan lokasi di negeri kanguru, kemudian dia buatkan jalan ceritanya. Konon, lokasi yang dipakai menyimpan banyak kisah gaib dan Yusuf memilih legenda dukun penyihir edan yang dikurung di sana sekitar seabad lampau.

Tentu saja gagasan macam ini lumayan segar. Pasalnya, ada niat untuk menggali khazanah baru dari mancanegara dan dimainkan oleh pelakon Indonesia. Jadi bukannya melulu mengulang kisah-kisah yang nyaris serupa jika formulanya berjalan sukses dan dinamakan franchise. Ya, ada semangat untuk berkreasi lebih dalam di sana.

Wajah ayu, meskipun pendatang baru menjadi elemen pemanis yang berfungsi sebagai daya tarik komersial. Selain Lia Waode dan Brigitta Cynthia, sisanya pendatang baru. Mulai dari Dara Warganegara, Gabriella Desta, Camelia Putri, Adeayu Sudrajat, hingga Salini Rengganis. Bicara kemampuan akting pun tidak buruk buruk amat. Mereka total bermain, lebih dari sekadar berteriak dan berlari ke sana ke mari.

Bagaimana dengan proses produksinya sendiri? Yusuf sengaja melakukan pengambilan gambar pada siang hari agar panorama antik gedung Aradale Lunatic Asylum dapat terekam lebih maksimal. Ternyata langkah tersebut memang jitu. Sudut pengambilan gambar cukup menarik dan memanjakan mata, apalagi Yusuf memang dikenal rajin bermain dengan drone. Alhasil, kendati peristiwanya terjadi pada siang hari, tingkat keseraman filmnya tetap terasa maksimal.

Di sektor cerita memang ada beberapa lubang yang tak terjelaskan, tetapi Yusuf punya niat untuk bertutur dengan gagasan tak biasa. Hal macam begini jarang dilakukan oleh sineas kita. Biasanya asalkan ada yang sedang populer kontan ramai-ramai meniru begitu saja.

Nutshell Predikat anak band hanya tempelan. Selebihnya, nikmati saja petualangan para gadis yang kucing-kucingan dengan sosok jahat di dalam gedung tua.

Rating PG-13 Director Muhammad Yusuf Screenplay Muhammad Yusuf , Konfir Kabo, King Javed, Resika Tikoalu Cast Dara Warganegara, Lia Waode, Brigitta Cynthia, Gabriella Desta, Camelia Putri, Adeayu Sudrajat, Salini Rengganis Running time 91 mins

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on Pinterest