Home » Featured » Masi Oka Bicara Soal The Meg dan Peran Asia di Industri Film

Masi Oka Bicara Soal The Meg dan Peran Asia di Industri Film

by Amanda Aayusya

the-meg-masi-oka-interview

Film action tentang humans versus sharks sudah tak terhitung jumlahnya. Namun The Meg, film hiu garapan sutradara Jon Turteltaub (National Treasure, The Sorcerer’s Apprentice), adalah film hiu terbaru yang punya daya tarik tingkat global. Cast film produksi Warner Bros. ini datang dari berbagai penjuru dunia, dipimpin oleh bintang utama Jason Statham. Asia diwakili oleh berbagai nama tenar, seperti aktris Li Bingbing dari China yang menjadi salah satu pemeran utamanya. Selain itu ada juga Winston Chao dari Taiwan dan Masi Oka yang mewakili Jepang.

Oka paling dikenal sejauh ini sebagai pemeran Hiro di serial Heroes dan Dr. Max Bergman di serial Hawaii Five-0. Ia juga aktif di belakang layar, sebagai produser di adaptasi bahasa Inggris Death Note. Di awal kariernya di dunia film, ia pun pernah bekerja di Industrial Light & Magic sebagai artis efek khusus. Tak hanya fasih berbahasa Inggris dan Jepang, ia pun menguasai bahasa Spanyol. Ketika mendengar bahwa Oka akan main di The Meg, kami langsung antusias menunggu filmnya. Lebih gembira lagi saat kami ditawarkan untuk mewawancarainya via telepon!

Seperti inilah obrolan kami dengan Oka… simak apa katanya tentang peran Asia di industry film dan pengalamannya syuting The Meg di bawah ini.

MEG-FP-0040-resize
Konnichiwa, Masi Oka-san. Apakah di tempatmu malam hari?
Ya, betul. Konbanwa.

Kami akan langsung menanyakan sebuah pertanyaan berat di awal. Menurutmu, di industri film sekarang, apakah sudah ada kemajuan besar dalam hal kesetaraan bagi aktor-aktor dan filmmaker Asia?
Dibandingkan waktu aku pertama kali mulai akting, sekarang sudah ada lebih banyak oportunitas. Bisakah kita berbuat sesuatu yang lebih jauh lagi? Ya. Tapi apa yang sekarang ada sudah bagus. Kita telah membuat langkah yang mantap kea rah yang tepat. Semuanya harus dimulai dengan adanya para storyteller yang bersedia untuk mengambil kesempatan untuk menyediakan casting yang lebih global. Apalagi film-film sekarang juga harus sukses secara global [di luar Amerika] dan tidak hanya secara domestik [di dalam Amerika]. Ini menjadi isu bisnis, bukan hanya isu kreatif, jadi semoga trennya akan berlanjut. Menurutku apa yang ada sekarang adalah langkah pertama, dan kita sedang memasuki tahap kedua.

Kau dan Li Bingbing ada di film ini dan kalian merupakan wakil Asia di tengah cast yang sangat internasional. Apakah ini artinya sudah semakin banyak kesempatan bagi aktor-aktor Asia untuk main di film besar Hollywood?
Ya, tentu saja. Dulu mungkin kita hanya punya Bruce Lee atau Jackie Chan. Sekarang sudah ada lebih banyak orang. Terutama di Amerika Serikat, ada serial TV yang punya cast yang total berisi orang Asia. Lalu Warner Bros. akan segera merilis film Crazy Rich Asians yang terdiri dari cast Asia dan Asia-Amerika. Kami jelas sudah melangkah maju dan mendapat banyak kesempatan. Tapi yang penting juga adalah orang-orang di belakang layar, yang membuat keputusan-keputusan, terutama penulis yang menciptakan peran bagi aktor. Semakin banyak orang melalui hal itu, dan orang-orang yang sudah sejak lama berkecimpung di sini sekarang sudah punya posisi untuk menciptakan konten dan punya kuasa di belakang layar untuk membuat keputusan-keputusan itu.

Bagaimana menurutmu potensi film-film produksi Asia dari Jepang atau China untuk bersaing di pasar dunia?
Sama sekali tidak alasan untuk mereka tidak bisa bersaing. Box office di China bisa jadi mengambil alih box office di Amerika. Mungkin sekarang ini filmmaking di Hollywood lebih dewasa daripada di negara-negara lain, tapi semakin banyak juga filmmakers yang merambah ke Jepang, China, Korea untuk berbagi ilmu, dan kita juga semakin banyak melihat filmmaker bagus dari Asia. Yang jadi isu terbesar saat ini adalah bagaimana membuat penonton Amerika terbiasa membaca subtitle. Itu isu terbesar… tapi jelas ada banyak oportunitas untuk AS mengimpor film-film Asia walaupun gaya storytelling-nya berbeda.

the-meg-gliders1
Baru-baru ini kami menemukan banyak film animasi dari Jepang di Netflix. Salah satunya Godzilla. Apakah The Meg bisa dibandingkan dengan film-film monster seperti Godzilla?
Well, dua-duanya memang creature film. Tapi Jaws mungkin lebih tepat jadi perbandingkan. Aku tumbuh dewasa menonton film-film Godzilla orisinal, film-film Jaws orisinal. Jadi aku memandang The Meg sebagai Jaws untuk generasi baru. Ini adalah film epik raksasa yang berada dalam kategorinya sendiri. Menurutku sangat sulit untuk menggambarkan realita dari sebuah situasi karena ini film live-action. Tapi juga semakin banyak empati dan simpati bagi tokoh-tokohnya saat filmnya adalah live-action dan kau bisa merasa related dengan mereka. Jadi film ini punya kelasnya sendiri. Ini adalah thrill ride yang over-the-top. Film ini akan membuatmu menangis, tertawa, ketakutan… film-film monster klasik belum tentu punya teknologi untuk membuatmu merasa seperti itu.

Waktu syuting, apakah ada tekanan di set untuk membuat The Meg jadi sebesar film superhero? Karena sepertinya sekarang ini studio-studio besar hanya suka membuat film superhero. Sementara, film The Meg sejauh ini hanya sebuah film standalone.
Selalu ada tekanan dalam apapun yang kau kerjakan. Kau tidak mau membuat sesuatu di mana kau merasa, “Oh, semoga filmnya tidak sukses.” Ini bukan sikap yang kau pegang saat kau membuat film. Dibandingkan dengan film superhero pun tidak jadi masalah. Kami hanya ingin memastikan kami tampil dengan baik agar film kami jadi yang terbaik. Baik itu creature movie atau superhero movie, selalu akan ada tekanan dalam proses kreatif. Tapi tidak ada masalah sama sekali.

Pertanyaan terakhir: seberapa sulit kah waktu kau dan cast The Meg syuting di air?
Jujur saja, aku beruntung, karena aku syuting di set dalam studio! Sebagian besar aku dikelilingi green screen dan blue screen. Jadi aku tidak harus berurusan dengan air. Teman-temanku di cast harus ikut latihan dalam air dan kamu bisa bayangkan… jelas prosesnya semakin rumit dan tingkat upaya yang dibutuhkan jadi naik. Tapi ini pun menambah realita dari situasinya, jadi menurutku pasti syutingnya seru.

The Meg sudah main di bioskop sekarang.

IMAX & Dolby Posters

the-meg-imax-poster the-meg-dolby-poster

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on Pinterest