Home » Featured » Wonder Park – Review

Wonder Park – Review

Fun is never imaginary

All Film Star Rating 7

wonder-park-review-1

Di tengah maraknya sajian film animasi di bioskop, film animasi Nickelodeon Wonder Park menawarkan sebuah kisah yang positif dan optimis bagi keluarga. Protagonis film ini adalah gadis berusia 10 tahun yang luar biasa imajinatif: June Bailey (disuarakan Brianna Denski) sering mengkonstruksi wahana taman bermain bernama Wonderland yang ceritanya dijalankan oleh para hewan. Ada Greta si babi hutan, Boomer si beruang, Steve si landak, Gus dan Cooper yang sepasang berang-berang dan juga Peanut si simpanse pandai yang dalam fantasi June adalah arsitek taman. Dalam kenyataannya semua kreasi Peanut adalah hasil pemikiran June yang disampaikan kepada boneka Peanut melalui bisikan ibunya sendiri, Mrs. Bailey (Jennifer Garner).

Suatu hari Mrs. Bailey jatuh sakit dan harus pergi jauh untuk dirawat. Akibatnya June pun depresi dan kehilangan minat. Ia tak lagi antusias menciptakan wahana baru bagi Wonderland. Ia bahkan enggan bermain dengan teman-teman seumurnya. Suasana hati June yang sedang muram ini kemudian digambarkan dengan keadaan taman Wonderland yang berada di bawah serangan entitas aneh, semacam awan yang menyedot kebahagiaan para penghuninya, dan hadirnya makhluk chimpanzombie yang sangat creepy. Karena itu, ketika situasi sudah semakin parah, June entah bagaimana ditransportasi ke Wonderland dan bertemu langsung dengan kreasinya. Saat itulah June tersadar, ketidakbahagiaannya berpengaruh besar.

Sejak awal film, Wonder Park sudah banyak memperkenalkan nilai-nilai positif untuk dipelajari oleh anak-anak dan orang tua yang menonton. Hal yang paling menonjol adalah bagaimana suportifnya orang tua June terhadap hobinya yang membutuhkan imajinasi besar. Kemudian ditampilkan juga semangat kerjasama dan gotong royong dalam komunitas tempat June tinggal, saat ia dan sahabatnya membangun wahana di dunia nyata sepanjang puluhan meter yang tersambung sampai ke lahan rumah tetangga. Walaupun jelas hal ini merepotkan, Wonder Park tidak menuding perbuatan June sebagai dosa besar. Jelas film ini berniat untuk membangkitkan imajinasi si kecil dan membiarkan anak-anak usia muda untuk bisa berkarya.

Ditambah lagi, Wonder Park menyajikan desain karakter yang lucu dan menggemaskan. Walaupun perannya adalah sebagai penjahat, chimpanzombie yang menyerang Wonderland itu sebenarnya berbentuk imut-imut. Semua karakter hewan yang menghuni Wonderland pun tidak hanya bersuara keren (dari Mila Kunis sampai John Oliver, mereka jelas tidak kekurangan bintang A-list untuk mengisi suara) tapi juga terlihat manis. Apalagi desain Wonderland sebagai taman bermain pun sangat out of this world: fantastis dan menakjubkan, sama sekali tidak seperti apa yang ada di dunia nyata. Dunia fantasi baru ini cukup memukau untuk penonton dewasa, tidak hanya untuk anak-anak.

Memang ceritanya cukup straightforward, tidak sampai menguras emosi atau air mata seperti banyak film-film produksi Pixar, misalnya. Di sini juga tidak ada referensi pop culture yang lebih ditujukan kepada bapak-bapak dibandingkan kepada anak-anak mereka seperti yang terjadi di The Lego Movie. Namun dalam kesederhanaan itu, Wonder Park justru lebih cocok disebut sebagai film animasi keluarga yang sesungguhnya. Di Wonder Park orang tua bisa yakin bahwa anak mereka bisa terhibur tanpa banyak pertanyaan dan mereka pun bisa santai menikmati cerita yang seru, lucu dan tidak rumit. Amanda Aayusya

Nutshell… Wonder Park ditujukan untuk anak-anak, tapi lebih bagus lagi jika orang tua bisa mencontoh nilai-nilai positif yang digambarkan oleh filmnya. Dengan desain karakter imut-imut dan musik yang apik, film animasi ini sangat menyegarkan dan mudah dinikmati.

Rating PG Screenplay Josh Applebaum, André Nemec, Robert Gordon Cast Brianna Denski, Jennifer Garner, Matthew Broderick, Mila Kunis, John Oliver, Norbert Leo Butz, Ken Jeong, Kenan Thompson, Ken Hudson Campbell Running time 85 mins

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on Pinterest